POJOKBOGOR.id – Sebuah tiang milik perusahaan penyedia jaringan internet di Jalan Raya Sadeng Pasar, Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, nyaris roboh dan menutup sebagian badan jalan, Kamis (9/10/2025).
Tiang dengan tinggi sekitar 10 meter itu tampak miring dan menggantung kabel telekomunikasi di sekitarnya.
Kondisi ini membuat warga dan pengguna jalan waswas karena bisa membahayakan kapan saja.
“Kami sudah sering melaporkan, tapi tidak ada tindakan. Kami khawatir tiang ini bisa roboh dan menimpa orang yang lewat,” ujar Asep Muksin, salah satu pengguna jalan yang kerap melintas di lokasi.
Menurut warga, kondisi tiang yang nyaris tumbang itu telah berlangsung cukup lama.
Namun, hingga kini belum ada penanganan dari pihak provider maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Situasinya sangat mengkhawatirkan. Jalan ini ramai dilalui warga, termasuk anak sekolah dan pengendara motor,” tambah Asep.
Warga pun mendesak agar pihak perusahaan segera memperbaiki tiang tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa.
“Kami minta tindakan cepat dan menyeluruh. Jangan tunggu jatuh korban baru sibuk,” tegasnya.
Warga juga menekankan pentingnya keselamatan publik dalam setiap aktivitas infrastruktur jaringan.
Menurut mereka, perusahaan penyedia layanan harus bertanggung jawab memastikan asetnya tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
“Tindakan pencegahan itu wajib. Kalau sudah tahu berisiko, ya harus segera diperbaiki. Jangan tunggu viral dulu,” ujar warga lain di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan di lokasi kejadian.
Warga berharap pemerintah desa dan dinas terkait turun tangan menegur pihak perusahaan agar segera bertindak.
Kejadian seperti ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap infrastruktur publik, terutama yang berdampak langsung pada keselamatan warga.
Tiang miring, kabel menjuntai, hingga instalasi tak terawat bukan hanya soal estetika, tetapi juga nyawa manusia.
Warga Babakan Sadeng kini menunggu langkah nyata dari pihak provider dan pemerintah daerah sebelum kekhawatiran mereka berubah menjadi tragedi.




