BOGOR.POJOKSATU.id - Insiden membahayakan kembali terjadi di jalan raya. Dua orang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka di bagian leher setelah diduga terjerat kabel optik yang menjuntai di Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Kabupaten Bogor, pada Senin (26/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat kedua korban melintas di ruas jalan tersebut. Kabel optik yang diduga terlepas dari penyangganya menjuntai rendah ke badan jalan, sehingga tidak terlihat jelas oleh pengendara, terutama saat melaju dengan kecepatan tertentu.
Akibatnya, kabel tersebut mengenai dan menjerat bagian leher para korban. Benturan mendadak membuat kedua pemotor mengalami luka-luka dan langsung terjatuh.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan awal dan mengamankan lokasi agar tidak menimbulkan korban tambahan.
Menurut keterangan sementara, kabel optik yang menjuntai tersebut diduga berasal dari instalasi jaringan telekomunikasi yang tidak terawat atau terlepas akibat faktor cuaca maupun aktivitas lain di sekitar lokasi.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena kabel nyaris tidak terlihat, terutama pada siang atau malam hari dengan pencahayaan terbatas.
Insiden ini menambah daftar panjang kejadian serupa yang melibatkan kabel udara di wilayah perkotaan dan pinggiran kota.
Kabel yang dibiarkan menggantung rendah tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Warga berharap pihak terkait, baik pengelola jaringan utilitas maupun pemerintah daerah, segera melakukan pengecekan dan penertiban kabel udara di sepanjang jalan umum. Pengawasan rutin dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur yang banyak dilintasi kabel utilitas.
Jika menemukan kabel yang menjuntai atau berpotensi membahayakan, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani.
Peristiwa di Cibinong ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada perilaku pengendara, tetapi juga pada kelayakan dan keamanan infrastruktur pendukung di ruang publik. ***



