BOGOR, POJOKBOGOR.id – Seorang pria menjadi sorotan setelah diduga berulang kali merugikan pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor.
Modus yang digunakan disebut memanfaatkan rasa iba pengemudi dengan alasan membutuhkan uang untuk membeli obat hingga membantu anggota keluarga yang sedang sakit.
Informasi tersebut mencuat melalui unggahan di media sosial metrobogor.id yang memperingatkan para pengemudi ojol agar lebih berhati-hati ketika menerima penumpang di kawasan Dramaga dan sekitarnya.
Baca Juga: Belasan WNA Asal Pelaku Penipuan Daring yang Tinggal di Sentul City Bogor Bakal Dideportasi Besok
Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut awalnya memesan perjalanan melalui aplikasi seperti penumpang pada umumnya.
Namun di tengah perjalanan, penumpang disebut mulai meminta bantuan kepada pengemudi dengan cara meminjam sejumlah uang. Alasannya beragam, mulai dari kebutuhan membeli obat hingga anggota keluarga yang diklaim sedang sakit.
Setelah pengemudi memberikan uang, pria tersebut diduga pergi dan tidak mengembalikan uang yang telah dipinjam.
Disebut Bukan Hanya Satu Driver
Kasus tersebut menjadi perhatian lantaran pengemudi yang mengalami kejadian serupa disebut bukan hanya satu orang.
Dalam informasi yang beredar, sejumlah driver ojol diklaim pernah mengalami modus serupa dari pria yang sama. Pria tersebut juga disebut berasal dari wilayah Cibeureum, Kecamatan Dramaga.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti berapa jumlah pengemudi yang merasa dirugikan maupun total kerugian akibat kejadian tersebut.
Baca Juga: MIRIS! Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Villa Murah di Puncak Bogor
Identitas lengkap pria yang disebut dalam unggahan juga belum dapat dipastikan.
Hingga artikel ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi dari kepolisian yang secara khusus mengonfirmasi laporan mengenai dugaan modus pinjam uang terhadap sejumlah driver ojol tersebut.
Driver Diimbau Simpan Bukti dan Melapor
Pengemudi yang merasa menjadi korban disarankan menyimpan bukti pendukung, mulai dari riwayat pesanan di aplikasi, percakapan, nomor telepon, bukti transfer, tangkapan layar, hingga dokumentasi lain yang dapat membantu proses pelaporan.
Polda Jawa Barat sebelumnya menegaskan masyarakat dapat menggunakan layanan Polisi 110 untuk menyampaikan laporan terkait kejadian darurat maupun gangguan keamanan.
“Melalui layanan Polisi 110, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian darurat, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, atau membutuhkan bantuan kepolisian kapan pun dan di mana pun,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (28/6/2026).
Layanan tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis dan terhubung dengan jajaran kepolisian untuk menindaklanjuti laporan sesuai wilayah kejadian.
Bagi pengemudi ojol, kewaspadaan juga penting ketika penumpang mulai meminta transaksi atau pinjaman uang di luar layanan yang tercatat dalam aplikasi.
Apabila benar terdapat beberapa korban dengan orang dan pola yang sama, laporan dari para pengemudi dapat menjadi penting untuk memastikan dugaan kejadian tersebut dapat diverifikasi dan ditangani sesuai ketentuan hukum.



