BOGOR.POJOKSATU.id - Keindahan hutan di wilayah Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kini terancam oleh tumpukan sampah liar. Kawasan yang sebelumnya dikenal hijau dan asri perlahan berubah.
Ya benar, kini berubah menjadi lokasi pembuangan tidak resmi alias TPA liar, dipenuhi limbah rumah tangga yang menimbulkan bau tak sedap.
Perubahan ini menjadi ironi di tengah upaya menjaga kelestarian alam. Pepohonan rindang yang dahulu menghadirkan ketenangan kini berdampingan dengan plastik, sisa makanan, hingga berbagai sampah anorganik yang berserakan.
Seorang warga setempat, Andi (34), mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Dulu kawasan ini masih bersih dan enak dipandang. Sekarang malah jadi tempat buang sampah. Baunya menyengat, apalagi kalau hujan,” ujarnya.
Menurut warga, kebiasaan membuang sampah sembarangan diduga dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan lokasi hutan yang relatif jauh dari permukiman padat. Minimnya pengawasan turut memperparah kondisi.
Fenomena ini menjadi cerminan bahwa persoalan sampah tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga merambah kawasan alami.
Tanpa kesadaran kolektif, hutan yang seharusnya menjadi paru-paru wilayah justru berubah menjadi titik pencemaran.
“Yang rusak bukan hanya hutannya, tapi masa depan kita. Kalau terus dibiarkan, generasi berikutnya yang akan menanggung akibatnya,” tegasnya.
Warga berharap ada langkah tegas dari pemerintah daerah, mulai dari pemasangan papan larangan, patroli rutin, hingga sanksi bagi pelaku pembuangan sampah liar.
Lebih dari itu, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan wajah hutan Sukamakmur seperti semula.***



