BOGOR.POJOKSATU.id - Kabupaten Bogor mencatat jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ terbanyak di Jawa Barat pada 2025.
Berdasarkan data yang beredar, jumlah ODGJ di Bogor mencapai 7.321 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Barat.
Di urutan kedua ada Sukabumi dengan 3.930 orang, disusul Kota Bandung sebanyak 3.571 orang.
Tingginya angka ODGJ di Bogor menjadi perhatian serius. Sebab, persoalan kesehatan mental tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, hingga kesiapan layanan kesehatan di daerah.
Selain Bogor, sejumlah wilayah urban dan penyangga juga masuk dalam daftar daerah dengan jumlah ODGJ tinggi. Bekasi tercatat sebanyak 2.970 orang, Kota Bogor 2.194 orang, dan Kota Depok 1.888 orang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan penyangga perkotaan.
Adapun urutan daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat pada 2025 yakni:
1. Bogor
2. Sukabumi
3. Kota Bandung
4. Karawang
5. Bekasi
6. Cirebon
7. Majalengka
8. Kota Bogor
9. Kota Depok
10. Ciamis
Sebelumnya, sempat terdapat kesalahan penulisan nama daerah dalam unggahan yang beredar. Namun, data terbaru yang dikoreksi menunjukkan bahwa Bogor berada di urutan pertama sebagai wilayah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa layanan kesehatan mental tidak boleh hanya berpusat di rumah sakit. Penguatan layanan perlu dilakukan sejak level paling dekat dengan masyarakat, mulai dari puskesmas, sekolah, hingga komunitas.
Puskesmas dapat menjadi garda depan deteksi dini dan rujukan awal. Sekolah juga penting untuk mengenali gejala gangguan mental sejak usia anak dan remaja. Sementara komunitas berperan besar dalam mengurangi stigma serta membantu keluarga yang mendampingi ODGJ.
Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan stigma negatif kepada ODGJ. Dukungan keluarga, lingkungan yang aman, akses pengobatan, serta pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.
Dengan tingginya angka tersebut, pemerintah daerah diharapkan memperkuat layanan kesehatan mental secara merata, termasuk edukasi publik, pendampingan keluarga, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah.
Pertanyaannya, layanan kesehatan mental di daerah sebaiknya paling banyak diperkuat di mana: puskesmas, sekolah, atau komunitas?***



