POJOKBOGOR.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda ( UNIDA ) Desa Megamendung, melaksanakan program revitalisasi mushola di Kampung Paseban, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin 18 Agustus 2025.

Program mahasiswa UNIDA tersebut mencakup pengecatan ulang mushola, penambahan rak buku, serta penyerahan iqro kepada anak-anak setempat.

Baca Juga: 53 Pengantin ikut Nikah Gratis di Kecamatan Sukamakmur

Ketua Kelompok KKN mahasiswa UNIDA, Reihan Afriandi, menuturkan bahwa kegiatan revitalisasi mushola dilakukan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini menjadikan mushola bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga tempat belajar mengaji.

“Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin mushola di Kampung Paseban terasa lebih nyaman digunakan,” ujarnya.

Baca Juga: PERHATIAN! Pembangunan Jalur Dua Arah Bomang Bogor Mulai Dikerjakan

Ia menambahkan, pengecatan mushola diharapkan memberi suasana baru bagi jamaah, sementara rak buku dan iqro dapat menunjang kegiatan pendidikan keagamaan anak-anak.

“Dengan mengecat ulang mushola, kami harap masyarakat punya suasana baru. Rak buku dan iqro yang kami serahkan semoga bisa mendukung anak-anak belajar mengaji dengan lebih teratur,” tambah Reihan.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kehadiran mahasiswa dinilai membawa semangat baru, terutama dengan adanya fasilitas tambahan yang langsung bisa dimanfaatkan.

Baca Juga: Bupati Bogor Dukung PMI Perbanyak Misi Kemanusiaan

“Alhamdulillah, mushola kami sekarang tampak lebih indah setelah dicat, dan adanya rak buku serta iqro sangat membantu anak-anak belajar. Kami berterima kasih atas perhatian adik-adik KKN,” ungkap Didi, salah satu warga Paseban.

Revitalisasi mushola ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN FISIP UNIDA di Desa Megamendung yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan fasilitas umum.

“Kami berharap, mushola yang telah diperbarui tidak hanya menjadi tempat ibadah yang nyaman, tapi juga bisa menjadi pusat pembinaan generasi muda melalui kegiatan belajar Al-Qur’an,” tutup mahasiswa UNIDA itu.