POJOKBOGOR.id - Polisi bergerak cepat mengusut video seksual yang sempat viral dan dikaitkan dengan wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Hasil penyelidikan membawa petugas ke Jakarta Barat, tempat dua orang yang diduga terlibat dalam pembuatan video tersebut akhirnya diamankan.
Kasus ini bermula setelah video beredar dan disebut direkam di kawasan Kampung Pasir Ipis, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.
Polisi kemudian melakukan pengecekan langsung untuk memastikan lokasi yang terlihat dalam video.
Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto mengatakan, hasil pengecekan memastikan lokasi dalam video berada di wilayah hukum Polsek Leuwiliang. Namun, saat itu polisi belum mengetahui identitas maupun keberadaan orang yang diduga terlibat.
“Memang setelah kita laksanakan pengecekan di lokasi itu memang benar terjadinya ada di wilayah itu. Namun pelaku tersebut waktu itu belum diketahui dari mana asal keduanya,” ujar Maryanto.
Informasi tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan Polres Bogor. Penyelidikan kemudian dilakukan jajaran Satuan Reserse Kriminal, termasuk Tindak Pidana Tertentu (Tipiter).
Jejak Pelaku Terlacak ke Jakarta Barat
Penyelidikan polisi akhirnya membuahkan hasil. Keberadaan dua orang yang diduga terlibat berhasil diketahui berada di sebuah kamar kos di Jakarta Barat.
Keduanya kemudian diamankan petugas dalam waktu kurang dari dua hari sejak informasi mengenai video tersebut ditindaklanjuti.
“Kurang lebih enggak sampai dua hari informasi langsung pelaku tersebut dapat ditangkap di Jakarta Barat,” kata Maryanto.
Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing serta rangkaian kejadian yang berkaitan dengan pembuatan video tersebut.
Polisi belum mengungkap identitas keduanya kepada publik. Asal daerah mereka juga masih didalami.
Maryanto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua orang tersebut merupakan warga Bogor Barat atau berasal dari daerah lain.
Polisi Telusuri Kemungkinan Konten Lain
Penyidikan tidak berhenti pada video yang telah beredar. Polisi juga masih mendalami motif dan tujuan pembuatan konten tersebut.
Petugas turut menelusuri kemungkinan adanya aktivitas atau pembuatan konten serupa di lokasi lain.
“Ini kita juga belum mengetahui sejauh mana mereka berbuat atau melakukan di tempat-tempat yang lain,” ujarnya.
Terkait hasil pemeriksaan kesehatan terhadap kedua orang tersebut, Maryanto menyampaikan bahwa keduanya dinyatakan positif HIV.
Informasi mengenai kondisi kesehatan tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap keduanya. Namun, status kesehatan seseorang tidak menjadi dasar untuk menentukan keterlibatan dalam tindak pidana.
Penyidik tetap berfokus pada fakta kejadian, keterangan pihak terkait, serta barang bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan.
Hingga kini, polisi masih memeriksa kedua orang tersebut untuk mengungkap motif, tujuan pembuatan video, serta kemungkinan adanya aktivitas serupa di lokasi lainnya.



