BOGOR.POJOKSATU.id - Kabupaten Bogor mulai menghadapi krisis air bersih menyusul menurunnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini mulai dirasakan warga di dua wilayah, yakni Kampung Tonggoh, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, serta Kampung Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung.

Di Kampung Tonggoh, sebanyak 517 warga dari 125 kepala keluarga terdampak. Warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena debit sumber mata air yang selama ini menjadi andalan terus berkurang.

Situasi serupa juga terjadi di Kampung Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Di wilayah tersebut, sebanyak 60 kepala keluarga atau 217 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Masing-masing lokasi mendapatkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih.

BPBD Kabupaten Bogor juga menyatakan siap menyalurkan bantuan lanjutan apabila kebutuhan air bersih warga terus meningkat.

Krisis air bersih ini menjadi sinyal awal dampak musim kemarau di Kabupaten Bogor. Meski kemarau baru mulai, sejumlah warga sudah merasakan langsung sulitnya mendapatkan pasokan air bersih.

Warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan selama kondisi belum membaik. Selain bantuan darurat, penanganan jangka panjang juga dibutuhkan agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.***