POJOKBOGOR.id - Partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Bogor, berpotensi rendah. Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, partisipasi pemilih di Kabupaten Bogor hanya berkisar 54,55 persen.

Jumlah itu menurun jauh dibanding Pilkada 2018 yang menyentuh 71 persen. Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Bogor pun enggan menanggapi hasil hitung cepat dari LSI Denny JA.

"Terkait partisipasi kami belum bisa berstatemen karena prosesnya kita rekapitulasi berjenjang dari tingkat TPS," kata Adi, Kamis, 28 November 2024.

Baca Juga: Pemkab Bogor dan PT KAI Kerja Sama Penataan Kawasan Jalur Kereta

Meski begitu, Adi Kurnia merasakan adanya penurunan animo masyarakat saat pemantauan TPS yang ia lakukan pada hari pelaksanaan pungut hitung Pilkada.

Ia mengaku, salah satu penurunan animo masyarakat adalah jauhnya jarak tempuh masyarakat dengan TPS yang sudah ditetapkan.

"Pertama, karena kondisi TPS. Karena aturan regulasi dari KPU RI, untuk satu TPS itu 400-600 pemilih, itu yang menyebabkan lokasi TPS itu kejauhan dengan warga," jelas dia.

Baca Juga: Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pj Bupati Bogor Luncurkan Saung Inflasi

Kemudian, dinamika politik dengan dua pasangan calon juga menjadi penyebab menurunnya animo masyarakat untuk memilih calon kepala daerah mereka, khususunya di Kabupaten Bogor.

"Bisa dibedakan 2018 sama 2024 ini, 2018 partisipasi masyarakat di Kabupaten Bogor di angka 71 persen, dengan kondisi lima calon," jelas dia.

Bedanya, kata Adi, pada Pilkada 2018 lalu, pasangan calon rajin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang tersentuh dan membuat partisipasi naik.

Baca Juga: Jembatan Utama di Jalur Puncak II Putus Disapu Luapan Sungai

"Sekarang sedikit berbeda, banyak masyarakat yang tidak tersentuh oleh Paslon maupun tim Paslon, begitu pun dengan Parpol yang mengusung, kalau dilihat gak se-masif 2018," jelas dia.

Padahal, M. Adi Kurnia berulang kali dengan percaya diri akan meningkatkan partisipasi masyarakat 10 persen lebih tinggi dari Pilkada 2018 yang hanya 75 persen. Artinya, Adi menargetkan 85% partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024.

Namun, target yang selalu digemborkan itu masih jauh dari harapan, bahkan bukan 10 persen lebih tinggi, tapi hampir 10 persen lebih rendah dari Pilkada sebelumnya.

Baca Juga: BRI Kukuhkan Posisi sebagai Perusahaan Terpercaya dengan Raihan The Most Trusted Company 2024

Sebelumnya Peneliti LSI Denny JA, Anggit Gustriadi menjelaskan bahwa partisipasi pemilih di Kabupaten Bogor mengalami degradasi yang signifikan dari Pilkada sebelumnya.

"Jadi hadirnya pemilih di TPS di wilayah Kabupaten Bogor dari 1.908 tps pemilih hanya hadir di 54,54 persen, artinya tingkat partisipasi publik untuk memberikan hak suaranya terhadap calon Kepala Daerah di Kabupaten Bogor itu rendah terhitung sangat rendah," kata dia. ***