BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang ibu hamil muda di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menjadi korban ganasnya penghentian paksa oleh sekelompok debt collector atau yang biasa disebut dengan kelompok mata elang, matel.

Insiden yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, di Jalan H. Mawi tersebut membuat korban panik hingga mengalami flek pada masa awal kehamilannya.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di dekat Gang Dukuh, Desa Waru, saat korban tengah berkendara seorang diri.

Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa dua pria tak dikenal tiba-tiba menghadangnya dan memaksa berhenti.

Padahal, menurut korban, seluruh dokumen kendaraan yang dibawanya lengkap, seperti STNK, BPKB, dan faktur pembelian motor yang dibelinya secara tunai.

Mereka kemudian memaksa korban ikut ke sebuah lokasi yang disebut sebagai kantor perusahaan.

Namun ketika diminta menunjukkan kartu identitas maupun alamat kantor, kedua pria itu tidak mampu memberikan bukti apa pun. Kondisi tersebut membuat korban curiga dan semakin takut.

Korban sempat mencoba bernegosiasi. Ia meminta izin untuk menghubungi temannya yang laki-laki agar dapat mendampingi, tetapi permintaan itu ditolak.

Pada saat yang sama, salah satu pria mencoba mengajaknya berbicara, sementara yang lainnya mengecek nomor rangka motor. Bahkan korban diminta turun dari motor, namun ia menolak karena merasa tidak aman.

Dalam kondisi panik, ibu hamil itu berinisiatif menyelamatkan diri dengan melarikan motor ke lokasi yang lebih ramai dan meminta bantuan warga sekitar.

Ia kemudian mengimbau perempuan yang berkendara sendirian agar lebih waspada dan segera mencari keramaian jika menghadapi situasi mencurigakan seperti yang dialaminya.

Usai kejadian, korban sempat berusaha mencari rekaman CCTV di sejumlah toko sekitar untuk melaporkan insiden tersebut. Namun pencarian itu tidak membuahkan hasil karena banyak toko tidak memiliki kamera pengawas.

Dalam postingannya, ia menjelaskan titik lokasi kejadian berada di depan sebuah warung dan berlanjut hingga depan ruko penjual kebaya sebelum Erablue Gang Dukuh.

Kejadian ini menimbulkan trauma dan stres bagi korban hingga memicu flek pada kehamilannya.

Warga pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas praktik intimidatif kelompok mata elang yang kerap meresahkan pengguna jalan di wilayah Bogor. ***