BOGOR.POJOKSATU.id – Musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, salah satunya kini termasuk di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang.
Akibat kemarau yang telah berlangsung hampir dua pekan tanpa hujan, warga di empat Rukun Warga (RW) di desa tersebut kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Syafii, salah satu tokoh masyarakat Desa Pabuaran, mengungkapkan bahwa kekeringan memang kerap terjadi di wilayah tersebut setiap musim kemarau tiba.
Ia menyebutkan, kondisi ini memaksa warga untuk mengantre air bersih di mushola setempat. Bahkan, untuk keperluan mandi, sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran sungai atau membeli air isi ulang.
"Sudah hampir 10 hari tidak turun hujan. Warga kami kesulitan air bersih, dan ini bukan hal baru. Setiap musim kemarau, kami selalu menghadapi situasi serupa."
"Karena letaknya yang berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit, kami berharap agar ke depannya bisa dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)," jelas Syafii.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Desa Pabuaran, Ahmad Sopyan. Ia membenarkan bahwa desanya memang menjadi salah satu wilayah langganan kekeringan setiap kali musim kemarau tiba.
Ia menuturkan, warga biasanya harus mengantre demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan memasak.
"Memang setiap kemarau kami kesulitan air, apalagi Desa Pabuaran ini berada dekat dengan area perkebunan sawit. Semoga dalam waktu dekat turun hujan agar sumur-sumur warga bisa kembali terisi."
"Namun bila kondisi masih kering, kami akan segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor agar bisa menyalurkan bantuan air bersih ke desa kami,”" ujar Sopyan.
Kekeringan ini kembali menjadi pengingat akan perlunya solusi jangka panjang terkait ketersediaan air bersih di wilayah-wilayah yang rawan terdampak kemarau, khususnya di Kabupaten Bogor bagian selatan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merespons dengan langkah konkret demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. ***



