POJOKBOGOR.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat delapan kejadian bencana yang terjadi hingga Kamis (16/7) pukul 23.35 WIB. Dari jumlah tersebut, enam kejadian merupakan bencana kekeringan yang berdampak pada ribuan warga di enam kecamatan, sementara dua kejadian lainnya berupa kebakaran lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan kekeringan dipicu oleh menurunnya intensitas hujan selama musim kemarau sehingga debit sumber mata air warga menyusut. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"BPBD terus melakukan kaji cepat di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Ade Hasrat.
Baca Juga: Jaga Distribusi 162 SPBU, Direktur Niaga Pertamina Sidak Fasilitas di Banten
Berdasarkan data sementara BPBD, wilayah terdampak kekeringan meliputi Kecamatan Lewisadeng, Jonggol, Tanjungsari, Dramaga, dan Citeureup.
Di Kecamatan Lewisadeng, kekeringan terjadi di Desa Wangunjaya, tepatnya di Kampung Babakan Sadeng dan Kampung Cisarenten III. Sebanyak 220 kepala keluarga atau 963 jiwa terdampak akibat berkurangnya sumber mata air.
Di Kecamatan Jonggol, sebanyak 48 kepala keluarga atau 105 jiwa di Kampung Cimendo, Desa Sukagalih, juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca Juga: GOR Pajajaran jadi Ikon Olahraga Kota Bogor, Kini Lebih Representatif dan Modern
Sementara itu, di Kecamatan Tanjungsari, kekeringan melanda Kampung Sirnabakti RT 02/01 dan RT 01/02, Desa Tanjungsari, dengan total 230 kepala keluarga atau 561 jiwa terdampak.
Kecamatan Dramaga menjadi wilayah dengan dua desa terdampak, yakni Desa Neglasari dan Desa Sukawening.
Di Desa Neglasari, sebanyak 216 kepala keluarga atau 730 jiwa terdampak, sedangkan di Desa Sukawening tercatat 330 kepala keluarga atau 1.186 jiwa mengalami kesulitan air bersih.
Jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Citeureup, tepatnya di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot. Sebanyak 358 kepala keluarga atau 1.463 jiwa terdampak akibat menurunnya debit mata air.
Baca Juga: ASN Pemkot Bogor Raih Prestasi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II
Selain kekeringan, BPBD juga menangani dua kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Sukamakmur.
Kedua peristiwa diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di tengah kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau, sehingga api dengan cepat merambat ke area lahan kosong.
Ade Hasrat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila terjadi kekeringan maupun kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Baca Juga: Informasi Pelayanan SIM Keliling di Kota Bogor Hari Ini Hadir di Dua Mal
"Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan akan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Ade Hasrat.
Hingga laporan diterbitkan, BPBD Kabupaten Bogor mencatat total delapan kejadian bencana di tujuh kecamatan dan delapan desa, terdiri atas enam kejadian kekeringan dan dua kejadian kebakaran lahan.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berkembang sesuai hasil pemutakhiran di lapangan. ***



