BOGOR.POJOKSATU.id - Dampak keganasan tiga sistem siklon yang tengah memengaruhi wilayah Indonesia mulai dirasakan di Kabupaten Bogor.
Siklon Bakung bersama bibit siklon tropis 93S dan 95S diduga memperburuk kondisi atmosfer, hingga memicu terjadinya angin puting beliung yang merusak permukiman warga di Kecamatan Tamansari.
Peristiwa tersebut terjadi di Gang Oding, Desa Sirnagalih, pada Jumat, 19 Desember 2025. Sebanyak tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang yang datang secara tiba-tiba di tengah hujan deras.
Cuaca ekstrem yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat potensi bencana di wilayah Kabupaten Bogor meningkat.
Ketua RT 03/12 Desa Sirnagalih, Yus Rusyanto, menyampaikan bahwa angin puting beliung terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
Saat itu, hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai hembusan angin kencang melanda kawasan permukiman, sehingga warga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan antisipasi.
Akibat kejadian tersebut, tujuh unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian dapur dan atap yang ambruk.
Sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yang sebagian besar terjadi pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.
Meski menimbulkan kerugian material, Yus memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Tak lama setelah kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta penanganan awal bagi warga terdampak.
Yus juga mengungkapkan bahwa kejadian angin puting beliung bukan kali pertama melanda wilayah Kecamatan Tamansari.
Desa Sirnagalih sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang.
Pasca bencana, warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan memperbaiki rumah yang rusak.
Masyarakat berharap adanya perhatian lebih serta langkah antisipasi dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Mengingat pengaruh siklon Bakung serta bibit siklon 93S dan 95S masih berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Bogor dan sekitarnya. ***



