BOGOR.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku telah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak penutupan aktivitas tambang di wilayah Bogor Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menawarkan alternatif pekerjaan bagi para pekerja tambang, khususnya pekerja kasar yang kehilangan mata pencaharian akibat penghentian operasional tambang.
Ia mengatakan, para pekerja tersebut rencananya akan dialihkan menjadi tenaga kebersihan di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat untuk membantu membersihkan jalan-jalan di wilayah Bogor.
“Kami sudah memberikan tawaran solusi. Kirim data pekerja tambang terutama yang pekerja kasar. Saya minta dimasukkan jadi tenaga kebersihan PU Provinsi Jawa Barat untuk membersihkan jalan-jalan di wilayah Bogor,” ujar Dedi Mulyadi pada Rabu (6/5/2026).
Namun demikian, pria yang akrab disapa KDM itu menyebut hingga saat ini belum ada data pekerja yang diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
Ia mengaku heran karena tawaran tersebut belum mendapatkan respons, padahal pemerintah berupaya membuka peluang kerja baru bagi masyarakat yang terdampak langsung dari kebijakan penutupan tambang.
Menurut KDM, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan sambil menunggu solusi jangka panjang terkait polemik aktivitas pertambangan di Bogor Barat.
Penutupan sejumlah aktivitas tambang sebelumnya memicu gejolak di tengah masyarakat. Banyak pekerja kehilangan pekerjaan, sementara roda ekonomi di sejumlah wilayah ikut terdampak.
Meski begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap menegaskan bahwa penataan sektor pertambangan harus dilakukan demi menjaga lingkungan, keselamatan masyarakat, dan keberlanjutan tata ruang di masa mendatang.
KDM juga menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap kondisi para pekerja. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencari solusi yang realistis dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.***



