BOGOR.POJOKSATU.id – Aktivitas truk tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kembali memicu kemarahan warga.
Sejumlah warga Desa Jagabaya melakukan aksi protes setelah kendaraan berat pengangkut hasil tambang dinilai masih melintas di jalan utama.
Aksi berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB.
Warga memblokade jalan dengan tumpukan batu dan membakar ban sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk tambang yang dianggap tidak kunjung berhenti.
Keberadaan kendaraan berat tersebut dinilai mengganggu arus lalu lintas sekaligus menimbulkan debu dan polusi di kawasan permukiman.
Kondisi semakin dikeluhkan karena sejumlah ruas jalan di wilayah Parung Panjang saat ini tengah menjalani perbaikan.
Warga menilai lalu lalang truk bertonase besar berpotensi memperparah kondisi jalan serta menambah kemacetan.
Mereka juga mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah dan aparat di lapangan.
Pasalnya, kendaraan tambang disebut masih beroperasi meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah memberlakukan penghentian aktivitas pertambangan di kawasan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan penerapan kebijakan di lapangan.
Aksi pemblokiran jalan akhirnya mendapat perhatian aparat setempat.
Petugas dari Polsek Parung Panjang bersama unsur kecamatan mendatangi lokasi untuk melakukan pendekatan kepada warga dan menjaga kondisi tetap kondusif.
Petugas berupaya menenangkan massa agar aksi tidak berkembang menjadi kericuhan.
Meski demikian, warga menegaskan persoalan truk tambang tidak boleh hanya mendapat perhatian ketika protes terjadi.
Masyarakat meminta pemerintah melakukan pengawasan secara rutin serta memastikan aturan mengenai operasional kendaraan tambang benar-benar diterapkan.
Warga juga berharap ada langkah tegas terhadap truk yang masih melanggar ketentuan.
Menurut mereka, kepastian aturan sangat dibutuhkan agar aktivitas kendaraan berat tidak terus mengganggu keselamatan, kenyamanan, dan lingkungan masyarakat Parung Panjang.
Persoalan truk tambang di kawasan tersebut memang telah berlangsung cukup lama dan beberapa kali memicu aksi protes warga.***



