POJOKBOGOR.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, siap menyukseskan upaya Kadin Indonesia yang menargetkan mencetak 1.220.000 pengusaha pada 2045.
Ketua Kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty menjelaskan, salah satu 'senjata' yang dimiliki Kadin Kabupaten Bogor untuk menyukseskan program itu adalah program UMKM Satu Data.
Sintha menjelaskan, program yang diluncurkan tahun sebelumnya, sangat penting untuk memastikan pembinaan terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Bogor lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Pemkot Bogor Bakal Pangkas Ratusan Angkot Tua, Usia di Bawah 20 Tahun Masih Aman
"Dengan UMKM Satu Data, kami bersama Pemkab Bogor dapat melakukan pembinaan yang lebih maksimal dan sesuai kebutuhan agar pelaku usaha bisa naik kelas," ujar Sintha.
Kadin Indonesia telah bersinergi dengan Kadin Kabupaten Bogor, Kadin Kota Bogor, Kadin Kota Depok dan Kadin Kota Cirebon dalam rangka menyosialisasikan tiga program prioritas di bidang UMKM.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Graha Kadin Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu, 9 Juli 2025.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir di Jonggol, Jaro Ade: Normalisasi Sungai Jadi Kunci
Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia RM Tedy Aliudin mengatakan, sosialisasi ini merupakan arahan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie guna memperkuat sinergi antarwilayah dalam mendukung pemberdayaan UMKM.
"Tiga program prioritas yang kami sampaikan adalah pembentukan Kampung Digital UMKM, Pojok UMKM, dan program mentoring pelaku UMKM naik kelas," ujar Tedy.
Ia menjelaskan, program Kampung Digital UMKM akan dijadikan proyek percontohan di Kota Bogor, sebagai upaya penguatan literasi dan kemampuan digital pelaku UMKM.
Baca Juga: Tembok Depan MAN 1 Kota Bogor Ambruk Diterjang Hujan Deras, Tak Ada Korban
"UMKM masih sangat lemah di bidang digitalisasi. Melalui Kampung Digital UMKM, kami akan berikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha," jelasnya.
Selain itu, Pojok UMKM akan dibangun di setiap kantor Kadin di Indonesia, serta ditempatkan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandar udara, objek wisata, dan rest area.
"Program ini juga menjadi bagian dari target kami mencetak 1.220.000 pengusaha dan minimal 122.000 pengusaha besar hingga 2045, untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas," tegasnya. ***



