BOGOR.POJOKSATU.id - Kabar baik datang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM serta pedagang kaki lima di Kabupaten Bogor.

Selama bulan suci Ramadhan, kawasan Lingkar Pakansari dan Tegar Beriman akan dibuka untuk aktivitas perdagangan, seiring dengan penghentian sementara kegiatan Car Free Day.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang ingin agar suasana Ramadhan dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

“PKL mau jualan boleh, nanti kita atur,” ujar Rudy Susmanto saat menjelaskan rencana pemanfaatan kawasan Lingkar Pakansari selama bulan puasa.

Menurutnya, pendekatan Ramadhan tahun ini tidak difokuskan pada penertiban, melainkan pada pemberdayaan ekonomi rakyat.

Para pedagang diberikan ruang untuk tetap mencari penghasilan dengan pengaturan yang akan disesuaikan agar tetap tertib dan kondusif.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan konsep kegiatan pendukung, seperti bazar Ramadhan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang mengaku telah menerima instruksi langsung dari bupati untuk segera merancang konsep kegiatan selama bulan puasa.

“Pak Bupati memerintahkan agar segera didesain konsep Ramadhan, salah satunya bazar. Jadi selama bulan puasa jangan ada penertiban,” kata Ajat.

Ia menambahkan, aktivitas CFD yang biasanya berlangsung di pagi hari menjelang siang akan ditiadakan sementara selama Ramadhan, agar ruang publik dapat difokuskan untuk kegiatan ekonomi masyarakat.

“CFD itu aktivitasnya pagi menjelang sore. Selama Ramadhan, fokus kita adalah memberi ruang UMKM dan PKL agar tetap bisa mencari rezeki,” pungkasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap roda perekonomian lokal tetap berputar selama Ramadhan, sekaligus menciptakan suasana yang lebih hidup dan inklusif bagi masyarakat. ***