BOGOR.POJOKSATU.id - Insiden putusnya jembatan penghubung antara Citeureup dan Sukamakmur pada 27 Februari lalu membuat warga setempat menghadapi kesulitan besar.

Akses transportasi lumpuh total, aktivitas ekonomi terganggu, dan warga terpaksa memutar jauh hanya untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Tak tinggal diam, Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung turun tangan begitu mendapat laporan kondisi darurat tersebut.

Pemerintah awalnya merancang pembangunan jembatan bailey sementara dengan satu lajur.

Namun menurut Bupati Rudy, satu jalur saja tak cukup untuk menampung kebutuhan mobilitas masyarakat. Ia pun mengambil keputusan tegas: menambah satu lajur ekstra agar jembatan bisa dilewati kendaraan dari dua arah.

Menariknya, tambahan jalur ini dibiayai langsung dari dana pribadi sang bupati.

Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak perlu menunggu proses birokrasi yang kerap memakan waktu lama.

Hasilnya, jalur darurat sudah bisa dilewati mobil, meskipun pengerjaan jalur kedua masih terus dikebut dengan target rampung sebelum Idulfitri.

Langkah cepat ini menuai apresiasi warga. Di tengah kondisi darurat, tindakan responsif yang tidak sekadar menunggu anggaran cair atau berkutat di rapat koordinasi menunjukkan kepemimpinan yang solutif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

Pembangunan jembatan sementara ini menjadi bukti bahwa kehadiran pemimpin di saat krisis bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tapi juga aksi nyata.

Bupati Rudy menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan akses warga kembali pulih dan roda kehidupan tetap berputar tanpa hambatan. ***