POJOKBOGOR.id - Hujan lebat pada Kamis, 27 Februari 2025 menyebabkan sebuah jembatan di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor terputus.

Bupati Bogor Rudy Susmanto pun langsung menginstruksikan agar segera dibuatkan jembatan bailey sebagai akses sementara, untuk mobilitas warga.

"Pakai jembatan bailey dulu, agar akses masyarakat masih bisa berjalan normal," kata Rudy di sela aktivitasnya menjalani retret kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Dinkes Kota Bogor Sebut Baru 23 Persen Retail Modern yang Sudah Terapkan Perda KTR

Pemerintah Kabupaten Bogor akan mencabut jembatan bailey yang ada di jalur Bojonggede-Kemang, karena hingga kini jembatan tersebut belum efektif digunakan masyarakat.

Jembatan bailey ini akan dipindahkan ke lokasi akses terputus di jalur penghubung antara Citeureup dan Sukamakmur, demi memperlancar mobilitas warga.

Akses terputus di Desa Tajur yang diakibatkan jembatan amblas ini terjadi pada Kamis sore dikarenakan aliran Sungai Cipicung meluap saat kondisi hujan deras.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sabet 9 Penghargaan PROPER 2024 untuk Inovasi Lingkungan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, jembatan di Desa Tajur ini terbawa arus sungai saat aliran meluap.

"Hujan deras dengan intensitas yang lama sehingga air sungai cipicung naik dan membuat jembatan ambruk terbawa arus air sungai," kata Adam.

BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan penanganan di lokasi, karena jembatan amblas tersebut mengakibatkan akses jalan tak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Ajak Masyarakat Sambut Ramadan 1446 H dengan Toleransi dan Kepedulian

"Untuk kendaraan roda dua masih bisa dilalui dengan dibantu oleh masyarakat yang membuat jembatan darurat," kata Adam. ***