BOGOR.POJOKSATU.id - Kolaborasi antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kabupaten Bogor kembali diwujudkan melalui proyek pembangunan Jembatan Kali Jantung yang terletak di Jalan Dharma Putra, Kecamatan Cilodong.

Proyek strategis ini tidak hanya diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi jawaban atas persoalan banjir yang kerap melanda wilayah perbatasan kedua daerah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan menggandeng program Karya Bhakti TNI Tahun Anggaran 2025.

Meskipun titik lokasi berada di wilayah Kota Depok, pengerjaan dapat dilakukan setelah adanya kesepakatan pinjam pakai lahan sementara yang difasilitasi oleh kedua pemerintah daerah.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menegaskan bahwa kerja sama lintas daerah seperti ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bogor siap menangani pembangunan jembatan ini. Targetnya bisa rampung dalam waktu sekitar satu bulan,” ungkapnya.

Menurut Citra, kondisi jembatan lama sudah tidak lagi layak digunakan. Bentuknya yang sempit serta struktur yang menurun membuat aliran air sungai tersendat.

Sehingga banjir kerap melanda kawasan Pabuaran Mekar, Cibinong, khususnya saat musim hujan tiba.

Melalui perbaikan ini, kapasitas jembatan akan diperbesar secara signifikan. Bagian bawah yang sebelumnya hanya 2 meter dengan tinggi 1,5 meter akan diperlebar menjadi 4 meter dengan tinggi 3,5 meter.

Selain itu, lantai jembatan baru akan memiliki lebar 8 meter yang dilengkapi trotoar selebar 1 meter di kedua sisi, sehingga lebih aman bagi pejalan kaki.

Secara teknis, konstruksi jembatan akan menggunakan enam unit Box Culvert Top Bottom berukuran 4 x 3,5 x 1 meter.

Proses pembangunan meliputi pembongkaran jembatan lama, pengecoran lantai kerja di kedua sisi sungai, pemasangan box culvert dengan crane, hingga pengecoran lantai setebal 20 sentimeter.

Untuk keamanan tambahan, railing pengaman akan dipasang di kanan dan kiri jembatan.

DPMD Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan yang dimulai pada 8 September 2025 ini bisa selesai dalam waktu satu bulan.

Dengan begitu, warga tidak hanya akan mendapatkan akses jalan yang lebih nyaman, tetapi juga perlindungan dari risiko banjir berulang.

“Warga Cilodong dan sekitar perbatasan Bogor-Depok diminta sedikit bersabar. Insyaallah jembatan baru ini akan membawa manfaat besar, baik dari sisi kelancaran arus sungai maupun peningkatan kualitas akses transportasi,” jelas pihak DPMD.

Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan mobilitas masyarakat antarwilayah semakin lancar, banjir dapat diminimalisasi, dan kualitas hidup warga perbatasan Bogor-Depok meningkat secara signifikan.