BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi memulai proyek pembangunan jalan tol perdananya dengan meluncurkan Tol Bogor–Serpong via Parung, yang akan menjadi salah satu ruas penting dalam jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III.

Proyek ini menandai langkah awal pemerintahan baru dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Jabodetabek.

Seremoni penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dilaksanakan pada Jumat (3/10) sekitar pukul 13.00 WIB di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Acara tersebut turut disaksikan oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo, yang menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dalam rencana besar pemerintah memperluas jaringan transportasi terintegrasi di kawasan metropolitan.

Ruas tol Bogor–Serpong via Parung akan menghubungkan persimpangan Selabenda di Bogor dengan persimpangan Serpong, melewati sejumlah wilayah strategis seperti Kecamatan Kemang, Ciseeng, dan Rumpin di Kabupaten Bogor, serta sebagian wilayah di Kabupaten Tangerang.

Dalam rancangan pembangunannya, tol sepanjang 31,12 kilometer ini akan memiliki lima interchange dan dua junction yang menghubungkan berbagai jalur utama di sekitar Bogor dan Tangerang Selatan.

Nilai investasi proyek ini mencapai Rp8,95 triliun, dengan Rp5,27 triliun di antaranya dialokasikan khusus untuk biaya konstruksi.

Pemerintah menargetkan proyek ini dapat menjadi salah satu tol penunjang utama mobilitas logistik dan masyarakat di wilayah selatan Jabodetabek.

Setelah rampung, Tol Bogor–Serpong via Parung diproyeksikan mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Jika saat ini perjalanan dari BSD menuju Bogor membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam, dengan adanya tol ini durasinya diperkirakan akan turun menjadi sekitar satu jam atau bahkan hanya 45 menit pada kondisi lalu lintas normal.

Pembangunan tol ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar, terutama kawasan Parung, Ciseeng, dan Rumpin, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan potensi industri dan hunian baru.

Selain memperlancar arus kendaraan, proyek ini diyakini akan membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional, dengan fokus pada pemerataan konektivitas antarwilayah.

Diharapkan, keberadaan Tol Bogor–Serpong via Parung dapat memperkuat integrasi ekonomi di kawasan penyangga Ibu Kota sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Barat dan Banten. ***