POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai tancap gas membangun jalan khusus tambang.

Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi juga jurus utama untuk meyakinkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar membuka kembali operasional pertambangan di Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat terus dilakukan.

Pemkab Bogor membawa sederet bahan, mulai dari kajian teknis, lingkungan, hingga sosial, sebagai dasar bahwa aktivitas tambang bisa berjalan tanpa memicu konflik baru.

“Kami sampaikan kajian teknis, lingkungan, sosial, termasuk kolaborasi dengan pengusaha tambang untuk membangun jalan tambang. Itu langkah persuasif kami agar operasional tambang bisa diizinkan kembali,” kata Ajat, Selasa (20/1/2026).

Ajat menjelaskan, pembangunan jalan tambang menjadi titik krusial karena selama ini kendaraan tambang kerap bersinggungan langsung dengan aktivitas warga.

Kondisi tersebut dinilai sebagai pemicu utama konflik sekaligus alasan dihentikannya sementara operasional tambang.

Untuk mempercepat realisasi, Pemkab Bogor menyiapkan anggaran Rp100 miliar khusus untuk pembebasan lahan.

Tak hanya itu, Kodim 0621 juga dilibatkan dalam proses land clearing hingga pembangunan fisik jalan tambang.

Menurut Ajat, keberadaan jalur khusus ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan warga, mengurangi gesekan sosial, sekaligus meminimalkan kerusakan jalan umum milik Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat.

“Kalau jalan tambang selesai, lalu lintas kendaraan berat tidak lagi bercampur dengan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Bogor berharap langkah konkret tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan pertambangan di Bogor bisa dilakukan lebih tertib, aman, dan berpihak pada kepentingan warga.