POJOKBOGOR.id – Kabar baik bagi warga Bojonggede, Kemang, hingga Cibinong.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pembangunan Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) berlanjut tahun ini.

Tak main-main, anggaran Rp33 miliar sudah disiapkan demi menyelesaikan jalur strategis yang diharapkan bisa mengurai macet dan mempercepat mobilitas warga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek ini hingga benar-benar tembus ke Cibinong.

Ia menyebut pembangunan Jalan Bomang bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kelanjutan visi para pemimpin Bogor sebelumnya.

“Bismillah, kita lanjutkan pembangunan Jalan Bomang. Ini gagasan pemimpin terdahulu, tugas kami melanjutkan program baik untuk masyarakat,” kata Rudy, belum lama ini.

Proses perencanaan detail (DED) dan lelang memang memakan waktu.

Saat ini, tahap DED sudah berjalan hingga Agustus, lalu dilanjutkan lelang pada September.

Jika semua lancar, fisik jalan bisa dikerjakan mulai Oktober.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menambahkan bahwa saat ini fokus utama adalah pembebasan lahan dan pembangunan jalur lambat yang sempat tertunda tahun lalu.

Dari total lahan yang dibutuhkan, sekitar 7.000 meter persegi masih dalam proses administrasi.

“Pembebasan lahannya ditargetkan selesai tahun ini. Kalau semua sudah beres, fisik jalan langsung dikerjakan,” jelas Suryanto.

Jalur lambat sepanjang 2,2 kilometer menjadi prioritas pengerjaan dengan alokasi dana Rp33 miliar.

Anggaran ini belum termasuk biaya pembebasan lahan yang masih menunggu pencairan.

Sementara pembangunan jembatan akan dikerjakan pada tahap berikutnya.

Jalan Bomang digadang-gadang sebagai infrastruktur kunci untuk memperlancar konektivitas wilayah barat Kabupaten Bogor.

Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, jalur ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Pemkab Bogor optimistis proyek ini akan jadi salah satu tonggak penting pemerataan pembangunan, mempercepat mobilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Kalau selesai, mobilitas warga akan jauh lebih mudah. Macet terurai, dan akses ekonomi lebih terbuka,” tutup Suryanto.