BOGOR,POJOKBOGOR.id
– Di balik pegunungan hijau Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tersimpan jaringan lorong yang selama lebih dari tiga dekade menjadi bagian penting dari perjalanan pertambangan emas Indonesia.

Tambang Emas Pongkor bukan sekadar cerita tentang kandungan emas di bawah tanah Bogor Barat.

Kawasan ini kini juga mulai memasuki pembicaraan tentang masa depannya setelah aktivitas pertambangan: dari lorong produksi menjadi ruang edukasi, konservasi, hingga wisata berbasis geologi.

Baca Juga: TIM SAR Hentikan Operasi Pencarian Korban Tambang Emas di Pongkor, Area Mulai Ditutup untuk Umum

Dokumen resmi PT Aneka Tambang mencatat produksi komersial emas di Pongkor dimulai pada Mei 1994. Sebelumnya, endapan emas Pongkor ditemukan pada 1988 dan fasilitas pengolahan mulai dibangun pada 1993.

Artinya, hingga 2026, perjalanan produksi komersial Pongkor telah berlangsung sekitar 32 tahun.

 

Bukan Tambang Terbuka, Emas Pongkor Diambil dari Bawah Gunung

Berbeda dengan gambaran tambang terbuka berukuran besar, operasi Pongkor dilakukan dengan metode tambang bawah tanah.

Dalam Laporan Tahunan ANTAM 2024, penambangan bijih emas di Pongkor disebut menggunakan metode cut-and-fill, baik secara konvensional maupun mekanis menggunakan peralatan seperti jumbo drill dan load-haul-dump.

Bijih yang diangkat kemudian melewati sejumlah tahapan pengolahan sebelum menghasilkan bullion emas dan perak.

Baca Juga: Ini Identitas Penambang Ilegal yang Tewas di Tambang Emas Antam Pongkor

Data perusahaan juga menunjukkan Pongkor masih memiliki potensi mineral yang signifikan. Dalam paparan investor ANTAM, cadangan emas Pongkor tercatat sekitar 5,16 ton emas, sementara sumber dayanya sekitar 20,19 ton emas.

Angka cadangan dan sumber daya tersebut merupakan estimasi perusahaan pada periode pelaporan dan dapat berubah sejalan dengan eksplorasi maupun evaluasi teknis berikutnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya turut melihat langsung aktivitas pertambangan tersebut.

Baca Juga: Viral Isu Ledakan Tambang Emas Pongkor, Fakta di Lapangan Ternyata Begini

“Luar biasa potensi yang ada di sini, baik potensi alam di permukaan maupun yang ada di bawah tanah Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto saat mengunjungi Pongkor, Jumat (12/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Rudy juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.

 

Izin Operasi Tercatat Berlaku hingga 2031

Salah satu fakta menarik dari Pongkor terdapat dalam dokumen pelaporan ANTAM.

Izin Usaha Pertambangan operasi produksi Pongkor di Kabupaten Bogor tercatat berlaku hingga 9 Maret 2031.

Namun, masa berlaku izin tersebut tidak serta-merta berarti tambang dipastikan berhenti tepat pada tanggal itu.

Keberlangsungan kegiatan pertambangan juga berkaitan dengan ketersediaan cadangan, hasil eksplorasi, keekonomian tambang, ketentuan perizinan, serta kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Pastikan tak Ada Ledakan di Tambang Emas Antam Pongkor

ANTAM sendiri masih menempatkan eksplorasi sebagai bagian dari strategi menjaga cadangan emas. Dalam dokumen strategis perusahaan, eksplorasi lanjutan pada konsesi Pongkor masuk dalam inisiatif perusahaan untuk memperkuat basis sumber daya dan cadangan emas.

Pada semester I 2026, produksi emas dari tambang-tambang milik ANTAM tercatat mencapai 433 kilogram. Pada periode yang sama, emas tetap menjadi kontributor terbesar penjualan perusahaan.

 

Masa Depan Pongkor Mulai Disiapkan

Yang membuat cerita Pongkor berbeda saat ini adalah persiapan menuju masa pascatambang.

Saat proses revalidasi Geopark Nasional Bogor Halimun Salak, perwakilan ANTAM UBPE Pongkor memaparkan rencana pengembangan Agrogeoedutourism di kawasan tersebut.

Konsepnya tidak hanya mempertahankan jejak pertambangan, tetapi menggabungkan tiga aspek: konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Operasi Penertiban Tambang Emas Ilegal Digelar di TNGHS, 31 Kamp Penambang Berhasil Dibongkar

Salah satu titik yang disiapkan bahkan berada di dalam kawasan bekas aktivitas tambang.

Situs resmi Geopark Bogor Halimun Salak mencatat Pongkor memiliki tiga urat emas utama, yakni Ciguha, Kubang Cicau, dan Ciurug. Salah satu terowongannya adalah Gudang Handak, yang menembus sistem urat emas tersebut.

Terowongan Gudang Handak kini disiapkan menjadi Museum Tambang.

Museum Tambang Bawah Tanah itu diproyeksikan menjadi sarana untuk mengenalkan proses pertambangan emas sekaligus menjadi bagian dari kegiatan penelitian dan pendidikan geologi.

 

Dari Emas Menuju Geowisata

Gagasan mengubah jejak pertambangan Pongkor menjadi pusat edukasi sebenarnya telah disiapkan sejak beberapa tahun lalu.

ANTAM menyebut kawasan pascatambang Pongkor diarahkan menjadi kawasan wisata edukasi. Perusahaan juga mencatat adanya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pengembangan kawasan berkonsep geoecoedutourism dan museum tambang.

Potensi tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan Geopark Bogor Halimun Salak.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah memiliki Pusat Informasi Geologi yang menyajikan informasi mengenai tatanan geologi, sumber daya, bencana geologi hingga sejarah pertambangan kawasan tersebut.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam di Kabupaten Bogor, Cocok untuk Healing dan Liburan

“Semoga PIG ini bisa bermanfaat bagi pendidikan juga masyarakat luas dalam mendapatkan informasi terkait geologi,” kata Pj Bupati Bogor saat itu, Bachril Bakri, Kamis (12/12/2024).

Transformasi tersebut membuka cerita baru bagi Bogor Barat.

Pongkor selama puluhan tahun dikenal karena apa yang tersimpan di bawah tanahnya. Ke depan, nilai kawasan ini tidak hanya berpotensi berasal dari emas yang dikeluarkan dari gunung, tetapi juga dari sejarah pertambangan, bentang geologi, konservasi, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Dari lorong emas menuju museum bawah tanah, Pongkor bisa menjadi tempat masyarakat melihat dua sisi Kabupaten Bogor sekaligus: kekayaan yang tersimpan di perut bumi dan cerita tentang bagaimana kawasan tambang dipersiapkan untuk kehidupan setelah pertambangan.