POJOBOGOR.id - PT Antam Tbk UBPE Pongkor, mengevakuasi tiga penambang ilegal, hingga Senin 19 Januari 2026 dini hari. Namun, sebelumnya terdapat dua penambang asal Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor meninggal dunia akibat terjebak kepulan asap di area penambangan emas Antam Pongkor.
Sehingga, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Tiga orang dievakuasi oleh tim penyelamat PT Antam, sementara dua lainnya dievakuasi oleh sesama warga beberapa hari sebelumnya.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menjelaskan, tiga korban yang dievakuasi PT Antam merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya yaitu Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26).
Baca Juga: Ramai Jadi Spot Nongkrong Murah, Semeja Semeru Sajikan Kopi Enak dan Makanan Bersahabat di Bogor
Ketiganya diketahui merupakan penambang emas ilegal (gurandil) yang nekat beraktivitas di area berbahaya tersebut.
Tim penyelamat PT Antam berhasil mengangkat tubuh Edi dan Jaka pada Minggu 18 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Sedangkan Isep Septiana baru berhasil dievakuasi menyusul pada Senin 19 Januari 2026 dini hari.
Selain tiga warga Sukajaya, kepolisian juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dari wilayah lain, yakni Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Baca Juga: Skenario Indonesia Jika Listrik dan Internet Mati Selama 7 Hari
Berbeda dengan evakuasi tim gabungan, dua korban dari desa ini dievakuasi secara mandiri oleh rekan-rekannya atau warga setempat.
"Lima orang, yaitu tiga warga desa Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari Kecamatan Nanggung," jelas AKP Ucup Supriatna.
Identitas kedua korban asal Malasari tersebut diketahui bernama Karta dan Kari. Pihak kepolisian Nanggung telah mendatangi keluarga korban untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Kini, jenazah keduanya dikabarkan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3 Tahun 2026 yang Warga Bogor Harus Tahu
Kepolisian masih belum bisa memastikan jumlah total korban yang sebenarnya, mengingat banyaknya akses ilegal menuju lokasi tambang emas Antam Pongkor yang sulit terdeteksi.
Ia pun tidak menampik adanya rumor yang menyebutkan jumlah korban jauh lebih banyak.
"Sampai saat ini yang diberedar informasi di masyarakat luas banyak korban, namun sampai saat ini kita membuka ruang terbuka dengan masyarakat dari hari mulai Selasa (13 Januari 2026) kita buatkan Posko dengan harapan masyarakat melapor jika merasa kehilangan keluarganya," jelasnya. ***



