BOGOR.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur, khususnya di wilayah timur yang selama ini dikenal memiliki banyak titik jalan rusak dan minim fasilitas penunjang.
Tahun ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto tancap gas dalam mempercepat perbaikan jalan dan peningkatan infrastruktur di sejumlah kecamatan yang selama ini cukup tertinggal dalam pembangunan.
Wilayah-wilayah seperti Cileungsi, Gunung Putri, Jonggol, Klapanunggal, Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur kini tengah menjalani transformasi besar-besaran.
Jalan-jalan yang dulunya berlubang dan membuat warga harus ekstra hati-hati, kini mulai berubah menjadi akses yang lebih mulus, nyaman, dan aman dilalui.
Warga pun mengaku kini bisa melewati jalur-jalur tersebut tanpa rasa khawatir—bahkan tak sedikit yang mengaku senang karena akhirnya bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan yang selama ini terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bupati Rudy Susmanto memilih untuk bergerak tanpa banyak seremoni, namun langsung membuktikan kinerja melalui perubahan nyata yang dapat dirasakan masyarakat setiap hari.
“Kalau dulu orang lewat sambil mengeluh, sekarang mereka lewat sambil tersenyum. Inilah yang kami maksud dengan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar salah satu pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
Percepatan pembangunan di wilayah timur ini juga menjadi sinyal bahwa Pemkab Bogor tidak ingin ada lagi kesenjangan antarwilayah.
Dengan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi di wilayah tersebut pun diyakini akan ikut meningkat, mulai dari sektor pertanian, logistik, hingga sektor UMKM lokal.
Warga di berbagai titik yang tengah diperbaiki menyambut baik langkah ini. Mereka menyebut perbaikan infrastruktur bukan hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan optimisme terhadap masa depan wilayah mereka.
Dengan semangat kerja nyata dan fokus pada dampak langsung, Bupati Rudy memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu harus diumumkan dengan gebyar—yang lebih penting adalah hasil konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung, dimulai dari jalanan yang kini bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Wilayah timur Kabupaten Bogor pun bersiap untuk bangkit dan tampil lebih ‘cakep’—bukan hanya secara visual, tapi juga dalam kualitas hidup dan konektivitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya. ***



