BOGOR.POJOKSATU.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau Disdagin Kabupaten Bogor baru-baru ini mengungkapkan jika terjadi kenaikan harga daging ayam di hampir seluruh pasar yang ada di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data yang didapatkan, harga daging ayam yang semula berada di harga Rp35 ribu per kg kini naik menjadi Rp40 ribu per kg.
Kenaikan harga daging ayam tersebut terjadi di berbagai pasar, seperti misalnya Pasar Cileungsi, Pasar Ciluar, Pasar Ciawi, Pasar Leuwiliang, Pasar Cisarua.
Bahkan terjadi juga di Pasar Parung Panjang, Pasar Kemang, Pasar Nanggung, Pasar Cijeruk dan Pasar Cigudeg.
Menanggapi peristiwa tersebut Kabid Tertib Niaga Disdagin Kabupaten Bogor, Anton Sudjana mengatakan kenaikan harga tersebut dikarenakan harga pakan yang juga naik.
"Jadi daging ayam sekarang naik dikarenakan harga pakan. Jadi untuk kebutuhan ayam itu mengalami lonjakan peningkatan dikarenakan ada kebutuhan Maulid kemarin, jadi pada beli lah," ungkapnya.
"Terus untuk ayam broiler ini dari harga standar Rp35 ribu mengalami kenaikan jadi Rp40 ribu per kg hampir rata semua," jelas dia.
Meski demikian, kini pihaknya tengah menginvestigasi lebih lanjut.
"Terkaitan dengan daging ayam itukan teknis, belum bisa mengintervensi, adanya di dinas teknis kaitan dengan ayam. Tapi kebutuhan pokok lain, beras, telur, minyak nah kita bisa kalau yang itu," tutur dia.
Selain itu, kata dia, untuk bahan pokok lainnya seperti beras, telur dan minyak pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa distributor dengan tujuan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan bahan-bahan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengungkapkan bahwa kebutuhan stok daging ayam di wilayahnya saat ini mengalami peningkatan.
Menurutnya, lonjakan permintaan tersebut salah satunya dipicu oleh semakin banyaknya dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kabupaten Bogor.
"Jumlah dapur MBG di Kabupaten Bogor kini cukup banyak sehingga kebutuhan daging ayam untuk menyuplai makanan bagi para siswa penerima manfaat program MBG juga meningkat," jelas Teuku.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Teuku menyampaikan bahwa pihaknya melalui DKP akan melakukan pemantauan langsung di lapangan mengenai ketersediaan stok. Selain itu, pihaknya juga akan memperluas kerja sama dengan daerah lain agar pasokan tetap tercukupi.
"Contohnya dengan menjalin kemitraan bersama Pasar Induk Kramat Jati agar mereka dapat menyalurkan daging ayam ke Kabupaten Bogor," pungkasnya. ***



