BOGOR.POJOKSATU.id - Program pelatihan kerja di Kabupaten Bogor mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Jika sebelumnya pelatihan sering dinilai tidak berkelanjutan.

Kini pemerintah daerah menyiapkan jalur lanjutan yang lebih jelas bagi para peserta, termasuk peluang kerja hingga ke luar negeri.

Sepanjang 2025, lebih dari 500 pencari kerja mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK).

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pelatihan bahasa Jepang yang dirancang sebagai gerbang masuk tenaga kerja ke Negeri Sakura.

Kepala dinas terkait menyampaikan bahwa program tersebut tidak membebani peserta dengan biaya pelatihan.

Fokus utama peserta adalah meningkatkan kompetensi bahasa dan keterampilan teknis sebelum mengikuti proses seleksi kerja.

“Peserta tidak dibebankan biaya pelatihan. Mereka hanya perlu serius belajar dan mengikuti tahapan seleksi. Kami ingin memastikan pelatihan ini benar-benar berujung pada penempatan kerja,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan sekitar 60 peserta dapat diberangkatkan ke Jepang secara bertahap pada 2026. Sektor yang menjadi sasaran antara lain manufaktur, pengelasan (welder), serta caregiver atau perawat lansia.

Program ini dinilai sebagai upaya konkret untuk menjembatani kesenjangan antara pelatihan dan kebutuhan pasar kerja.

Selama ini, salah satu tantangan utama pelatihan vokasi adalah kurangnya kesinambungan antara kompetensi yang diajarkan dan peluang kerja nyata.

“Pelatihan tidak boleh berhenti di sertifikat. Harus ada kepastian arah setelah lulus, baik itu bekerja di dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.

Dengan pendekatan baru ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap keterampilan yang diasah melalui pelatihan benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi peserta.

Selain membuka peluang kerja, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tingkat global.

Ke depan, model pelatihan berbasis penempatan kerja seperti ini direncanakan akan terus dikembangkan agar semakin banyak pencari kerja yang memperoleh akses terhadap peluang kerja yang terukur dan berkelanjutan.***