POJOKBOGOR.id - Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hampir setiap desa ternyata menimbulkan persoalan baru, khususnya dalam penanganan sampah di Kabupaten Bogor.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wilayah 3 Ciawi, Hendry Iskandar, mengungkapkan bahwa dapur program MBG yang menjadi bagian dari SPPG turut menyumbang peningkatan volume sampah harian di wilayahnya.
“Kehadiran dapur MBG ini membuat petugas kebersihan cukup kewalahan,” ujar Hendry.
Menurutnya, volume sampah di enam kecamatan yang berada di bawah wilayah kerja UPT DLH Wilayah 3 Selatan Kabupaten Bogor saat ini mencapai sekitar 30 ton per hari. Namun, hanya sekitar 67 persen yang dapat diangkut.
“Untuk satu SPPG saja melayani sekitar 2.000 hingga 4.000 paket makan bergizi setiap hari. Sampah per SPPG sedikitnya ada 10 kantong, dan pengangkutan dilakukan dua hari sekali. Jadi ada tambahan pekerjaan baru bagi petugas,” jelasnya.
Hendry menyebut, tingginya volume sampah tersebut tidak diimbangi dengan jumlah personel dan armada yang memadai. Dari total 30 armada truk sampah yang dimiliki, hanya 20 unit berukuran medium yang masih layak beroperasi, sementara 10 unit lainnya sudah berusia lebih dari 20 tahun.
“Kami berharap setiap SPPG benar-benar menerapkan konsep 3R (reuse, reduce, recycle) untuk mengelola sampahnya secara mandiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan jumlah SPPG harus diiringi dengan penambahan petugas serta peremajaan atau penambahan armada pengangkut sampah baru agar persoalan kebersihan tidak semakin membebani DLH.
“Sampah dari SPPG harus dipilah sebelum diangkut petugas DLH,” tandasnya.



