POJOKBOGOR.id - Hoyel Sayaga milik Pemerintah Kabupaten Bogor, akhirnya beroperasi dan menjadi salah satu KUR bisnis bagi pengelolanya yaitu PT Sayaga Wisata yang menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Hotel Sayaga menjadi salah satu prioritas yang kini menunjukkan hasil nyata.

Dengan semangat kolaboratif dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan, berbagai persoalan administratif dan legal yang sebelumnya menghambat operasional hotel berhasil diselesaikan.

Baca Juga: Kota Bogor Optimis Raih Predikat Tertinggi Kota Layak Anak 2025

Dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, tepatnya sejak 28 Maret 2025, Hotel Sayaga mulai kembali beroperasi. Hingga saat ini, respons publik cukup positif tanpa keluhan berarti dari para pengunjung.

"Ini adalah upaya bersama untuk menghidupkan kembali potensi yang selama ini tertunda. Kami percaya, Sayaga bisa menjadi contoh bagaimana aset publik dikelola secara profesional dan transparan,” ujar Supriadi Jufri, Direktur Utama Sayaga, Jumat 20 Juni 2025.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan pengelolaan oleh jaringan profesional Horison, hotel ini kini dikenal sebagai Horison Sayaga Ultima.

Baca Juga: AquaNation 2025: Mahasiswa Vokasi IPB Unjuk Gigi Ciptakan Inovasi Perikanan Masa Depan Indonesia

Dalam waktu dekat, Hotel Sayaga menargetkan peningkatan klasifikasi menjadi hotel bintang empat, yang diharapkan tercapai pada Juli atau Agustus 2025.

Fasilitas dan Lokasi Strategis

Terletak di jantung Cibinong, Hotel Sayaga memiliki nilai tambah berupa lokasi yang sangat strategis—dekat dengan pusat pemerintahan, Stadion Pakansari, serta Situ Cibinong yang menawarkan panorama alam yang asri. Dari beberapa sudut hotel, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Gunung Salak yang menjadi daya tarik tersendiri.

Hotel ini memiliki 89 kamar yang akan dikembangkan menjadi 100 kamar, lengkap dengan fasilitas seperti ballroom, ruang pertemuan, kolam renang, pusat kebugaran, dan restoran. Semua fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun pelaku perjalanan dinas.

Terjangkau dan Kompetitif

Selama masa promosi, tarif kamar ditawarkan mulai dari Rp500.000 per malam, lebih terjangkau dari harga normal yang berkisar di Rp800.000. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Hotel Sayaga diharapkan mampu bersaing secara sehat dengan hotel-hotel lainnya di wilayah Bogor.

“Kami ingin menunjukkan bahwa hotel milik pemerintah daerah juga bisa dikelola secara profesional, mengedepankan pelayanan prima, dan tetap memberi kontribusi besar bagi pendapatan daerah,” tambah Supriadi.

Baca Juga: DKP Bentuk Komunitas Tingkatkan Pola Konsumsi B2SA

Kehadiran kembali Hotel Sayaga menjadi simbol kebangkitan dan optimisme Kabupaten Bogor dalam mengelola potensi daerah. Tidak hanya menjadi tempat menginap, hotel ini diharapkan menjadi ikon baru yang membanggakan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. ***