POJOKBOGOR.id - Krisis air bersih yang menimpa warga Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, memasuki minggu keempat.
Di tengah cuaca kering berkepanjangan, warga Kampung Babakan, khususnya di dua wilayah RW, harus berjuang keras demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Tak jarang, mereka terpaksa berjalan ratusan meter hanya untuk mengambil air dari sumber yang tersisa.
Ironisnya, sebagian warga bahkan menggunakan air tampungan yang kotor untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lain.
“Kami enggak punya pilihan. Kalau nunggu hujan, entah sampai kapan. Kadang airnya keruh, tapi tetap kami pakai,” ujar Ecih (38), salah seorang warga setempat.
Situasi ini langsung mendapat perhatian serius Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langkah cepat diambil untuk memastikan warga mendapat akses air bersih.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menegaskan pihaknya sudah menerima arahan langsung dari bupati.
“Saya sudah perintahkan Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan untuk mengecek lokasi, agar dapat dilakukan tindakan tepat guna pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga,” katanya, Jumat (26/9/2025).
Pemerintah Desa Tenjo juga membenarkan kondisi krisis tersebut.
Kepala Desa, Ratma Wijaya, menyebut pihaknya tengah mendata jumlah warga terdampak dan wilayah paling kritis.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi bantuan merata dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejumlah bantuan darurat mulai mengalir ke Desa Tapos. PDAM menyalurkan 4.000 liter air, sementara BPBD menambah 5.000 liter serta lima unit torn penampung.
Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga sembari menunggu langkah jangka panjang pemerintah dalam mengatasi krisis air bersih.
Dengan intervensi pemerintah dan dukungan lembaga terkait, warga berharap derita panjang akibat kekeringan segera berakhir.
Namun, bagi mereka yang setiap hari masih berjalan jauh demi setetes air, krisis ini menjadi pengingat nyata betapa vitalnya akses air bersih sebagai kebutuhan hidup.




