POJOKBOGOR.id - Seorang penambang emas ilegal alias gurandil, tewas tertimbun longsor di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat, 17 Januari 2025.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Jasinga Leuwiliang Ade Soma menjelaskan, penambang emas ilegal ini tewas tertimpa material longsoran pada Jumat, 17 Januari 2025 petang.

Satu orang dikabarkan tewas pada peristiwa tersebut. "Infonya satu orang, tapi belum diketahui identitas sama domisilinya," kata Ade Soma, Senin, 20 Januari 2025.

Baca Juga: Lunar New Year Festivity 2025: Kemeriahan Imlek Spektakuler di Cibinong City Mall !

Asisten Perhutani (Asper) ini pun menerangkan, saat ini pihaknya masih kesulitan untuk mencari keterangan di lapangan.

"Karena yang pertama (yang meninggal) penambang ilegal, yang kedua informasi yang saya terima dari petugas di lapangan itu (informasinya) terkesan dirahasiakan," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun petugas di lapangan, kata Ade Soma, titik penambangan emas tanpa izin (peti) yang menjadi lokasi tewasnya seorang gurandil kini tengah disegel kepolisian.

Baca Juga: Harris CCM Siap Hadirkan Wedding Gallery Mall Pertama di Bogor: Destinasi Baru untuk Calon Pengantin

"Informasinya dari petugas kami di lapangan, ditutup aksesnya oleh polisi katanya. Cuma pas ke lapangan udah gak ada siapa-siapa, karena kejadiannya sehari sebelum penyegelan," ujar Ade Soma.

Lebih lanjut Ade Soma menerangkan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (forkopimcam) setempat, telah melakukan penertiban terhadap lokasi-lokasi tambang emas ilegal, pada Sabtu, 11 Januari 2025.

"Cuma informasinya setelah dilakukan penertiban beberapa hari kemudian jalan lagi. Tapi semalem tadi seperti itu, di musim penghujan ini yang dikhawatirkan terjadi," ucapnya.

Bahkan, kata Ade Soma, bersama Forkopimcam setempat, pihaknya telah merencanakan sosialisasi dari bahaya dari aktivitas penambangan emas tanpa izin.

Baca Juga: Pemkab Bogor Luncurkan Program Jumat Jantung Sehat

"Kita juga merencanakan itu tadi tahap kedua, karena kan kemarin kita operasinya belum represif. Jadi kita preventif dulu lah," tegasnya.

"terus langkah yang kedua itu kita juga akan sama-sama dengan muspika untuk melakukan sosialisasi kepada desa-desa dan masyarakat setempat, sosialisasi terkait bahaya ilegal mining," pungkasnya. ***