POJOKBOGOR.id — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat menanggapi laporan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, soal kondisi bangunan SMAN 1 Tenjo yang rusak dan kekurangan ruang kelas.
Laporan itu disampaikan langsung saat Dedi menghadiri peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Senin (21/7).
Dalam momen tersebut, Dedi duduk satu meja dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
“Pak Gubernur, SMAN 1 Tenjo kelasnya rusak,” kata Sastra, mengungkap fakta bahwa sekolah tersebut baru memiliki 16 kelas dari kebutuhan 30 ruang belajar.
Mendengar itu, Dedi langsung merespons cepat.
“Berarti kurang 14 kelas. Hari ini juga tim saya datang ke Tenjo, dan minggu ini mulai dibangun. Non-APBD,” tegasnya, disambut antusias oleh Bupati Bogor dan Ketua DPRD.
Dedi menegaskan komitmennya untuk memastikan pendidikan di Jawa Barat, khususnya Bogor, tetap prima.
“Kita jaga pendidikan di Jawa Barat, apalagi di Bogor. Harus mantap,” ujarnya.
Sementara itu, Sastra Winara menyampaikan apresiasinya.
“Terima kasih Pak Gubernur,” singkatnya, menandakan bahwa keluhan soal sekolah rusak akhirnya mendapat titik terang.
Dengan pembangunan tambahan ruang kelas ini, diharapkan siswa SMAN 1 Tenjo bisa belajar dengan lebih nyaman tanpa harus berbagi ruang secara bergantian.




