BOGOR.POJOKSATU.id - Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota dan Kabupaten Bogor menjadi perhatian serius. Hingga tahun 2024, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tercatat mencapai 817 kasus.

Hal tersebut menempatkan wilayah Bogor sebagai yang tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Bandung.

Kenaikan ini tergolong drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penambahan hingga 700 kasus, yang menandakan situasi semakin mengkhawatirkan.

Tidak hanya menyasar kelompok tertentu, kasus HIV kini ditemukan pada berbagai kalangan, mulai dari anak muda, ibu hamil, hingga balita.

Direktur Yayasan Lembaga Kajian Sosial atau Lekas Bogor, Muksin Zaenal Abidin, mengingatkan bahwa lonjakan ini harus menjadi perhatian bersama.

“Terjadi kenaikan sebanyak 700 kasus dibanding tahun 2023, sehingga harus menjadi perhatian seluruh pihak,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Yayasan Lekas Bogor bersama pemerintah daerah mulai mempercepat langkah penanganan. Upaya pencegahan dan edukasi terus digencarkan untuk menekan penyebaran penyakit ini.

Situasi ini menjadi peringatan bahwa HIV/AIDS bukan lagi isu yang hanya terjadi di kota besar. Penyebarannya kini sudah merambah hingga ke wilayah pinggiran dan pedesaan.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli, meningkatkan kesadaran, serta tidak lagi menganggap remeh penyakit ini.

Sebab, persoalan HIV/AIDS bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut keselamatan dan masa depan banyak orang. ***