POJOKBOGOR.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp70 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 2.662 sekolah yang terdiri dari 1.897 SD dan 765 SMP.
Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk partisipasi Pemkab Bogor dalam menyukseskan program nasional yang digagas oleh pemerintah pusat.
“Dengan cara ini, kita di pemerintah daerah ikut membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan program menu makan bergizi gratis ini,” ujar Bachril kepada PAKAR, Kamis (30/1/2025).
Meskipun alokasi anggaran sudah disiapkan, Bachril mengakui bahwa pendistribusian program MBG di Kabupaten Bogor belum merata ke seluruh sekolah.
Hingga saat ini, program baru diterapkan di delapan sekolah, dan belum mencakup seluruh 40 kecamatan di wilayah tersebut.
“Kami terus berupaya agar program MBG ini bisa menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis juga mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, yang melakukan kunjungan ke SDN Bojong Koneng 02 dan SMPN 2 Babakan Madang untuk memantau pelaksanaan MBG.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan lebih cepat dari target.
“Ini adalah hasil tercepat dari program Presiden Prabowo, yang hari ini secara serentak berjalan di 20 provinsi dan 190 titik. Harapannya, pada akhir Januari ini bisa menjangkau 3 juta sasaran, lalu meningkat menjadi 15 juta pada 2025, dan 82,9 juta pada 2029,” jelasnya, Senin (6/1/2025).
Lebih lanjut, Atip menambahkan bahwa pelaksanaan program MBG dilakukan lebih cepat dari rencana awal.
“Kurang dari 100 hari sejak pemerintahan baru dimulai, program ini sudah diluncurkan. Ini menunjukkan komitmen yang nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Langkah Pemkab Bogor dalam mendukung MBG diharapkan dapat meningkatkan gizi dan kesehatan siswa, sehingga mereka lebih siap menerima pembelajaran di sekolah.
Meskipun implementasinya masih bertahap, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini ke seluruh sekolah di Kabupaten Bogor.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, harapan untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing semakin dekat dengan kenyataan.***




