POJOKBOGOR.id - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, membangun rumah di tengah gelaran Bogor Fest 2023, pelataran Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (24/8).

Rumah yang dibangun itu, bukan rumah sembarangan. Melainkan rumah tahan gempa menggunakan metode RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, RISHA didirikan di tengah Bogor Fest 2023, untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai struktur bangunan rumah yang murah, sederhana namun kuat.

Baca Juga: Sempat Terhenti karena Pandemi, Bogor Fest Kembali Digelar

"Kita membangun rumah ini, hanya sekitar 7 hari. Masyarakat pun bisa membangunnya sendiri dengan biaya sangat terjangkau dan pengerjaannya sangat cepat. Kalau yang mengerjakannya banyak orang, struktur bangunan bisa diselesaikan dalam satu hari," jelas Ajat di sela pembukaan Bogor Fest 2023, Kamis (24/8).

Kata Ajat, Kabupaten Bogor dengan daerah rawan bencana kerap kali membutuhkan hunian baru bagi warga terdampak bencana yang membutuhkan waktu pengerjaan yang singkat.

"Sehingga metode RISHA ini bisa diterapkan jika kita butuh membangun hunian tetap bagi korban bencana alam. Selain tahan gempa, dengan bangunan rumah dengan metode ini, bisa tahan hingga 20 tahun," jelas Ajat.

Baca Juga: Pemkab Bogor Coba Wujudkan Cita-cita Arya Saputra, Renovasi Rumah Orang Tua

RISHA merupakan penemuan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat, dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

RISHA adalah solusi berbasis teknologi mutakhir di bidang perumahan dari Kementerian PUPR untuk Indonesia yang rentan gempa. RISHA didesain sedemikian rupa sehingga dapat menahan potensi gempa yang bergerak secara horizontal.

"Inovasi ini didasari juga oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan standar SNI," kata Ajat. ***