POJOKBOGOR.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dengan agenda pemilihan ketua baru di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jumat (9/2).

Muscab tersebut dihadiri ratusan anggota Peradi Kabupaten Bogor yang berada di bawah naungan Luhut Pangaribuan.

Ketua Panitia Muscab DPC Peradi Kabupaten Bogor Nurul Akbar Muharam mengatakan, muscab merupakan agenda rutin untuk memilih dan menentukan siapa nahkoda baru Peradi Kabupaten Bogor empat tahun ke depan.

Baca Juga: Kampanye di Stadion Pakansari, Ganjar: Bogor Pecah!

"Pemilihan ketua dilaksanakan secara langsung oleh seluruh anggota yang tergabung dalam Peradi. Kita putuskan bersama dalam proses pemilihan secara terbuka," kata Nurul.

Dia menjelaskan, Peradi Kabupaten Bogor memiliki sekitar 600 anggota yang nantinya akan menentukan siapa ketua baru terpilih menggantikan Tutie H Hastika yang sudah dua periode memimpin.

Untuk sejauh ini, kata dia, ada dua orang yang mencalonkan diri menjadi calon Ketua Peradi Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Jatuh di Kamar Mandi, Penderita Obesitas Dievakuasi Damkar

"Ada dua orang. Nanti kita tunggu peserta sampai kuorum dua pertiga dari total anggota kami sekitar 600 orang," kata dia.

Sementara, agenda muscab bertajuk 'Organisasi Advokat Dalam Mewujudkan Solidaritas dan Integritas di Tengah Era Digital' ini juga mendapatkan sambutan baik dari Ketua DPC Peradi Kabupaten Bogor, Tutie H Hastika.

Menurutnya, pemilihan ketua baru adalah sebuah proses demokrasi dalam tubuh Peradi. Namun merujuk pada tema acara, Tutie menilai ada pesan yang begitu dalam akan perkembangan teknologi di dunia advokat.

Baca Juga: Kondisi Lalu Lintas Puncak Bogor Saat Ini, Polisi Berlakukan One Way

"Perkembangan teknologi begitu pesat, namun ini harus jadi catatan. Meski kita hidup di era digital, dengan banyak media untuk menggelar rapat, berdiskusi, tapi menurut saya kita harus lebih kedepankan saling bertemu, silaturahmi langsung agar organisasi ini tetap terjaga dengan baik," kata Tutie.

Tutie pun berpesan kepada seluruh anggota Peradi untuk tetap menjaga nama baik organisasi advokat ini dengan mengedepankan kepentingan etika profesi.

"Harapan ke depan ya mendapat ketua yang lebih baik dari saya, dengan tetap mempunyai prinsip yang sama bahwa kita adalah suatu organisasi profesi yang menyandang atau memegang teguh kepada etika jadi tetap kebersamaan dan kita tetap solid. Apapun yang terjadi kita selesaikan di dalam organisasi tersebut. Tidak ada yang istilah gontok-gontokan, kami tidak menganut itu," jelasnya. ***