POJOKBOGOR.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit askariasis, yaitu infeksi akibat cacing gelang Ascaris lumbricoides yang banyak menyerang anak-anak.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Dr. Fusia Meidiawaty, menjelaskan telur cacing gelang dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tanah maupun kotoran.
Setelah menetas di usus, larva menembus dinding usus, beredar ke paru-paru, lalu kembali ke usus halus hingga tumbuh menjadi cacing dewasa.
“Cacing dewasa bisa hidup bertahun-tahun di dalam usus anak dan menghasilkan ribuan telur,” jelas Dr. Fusia, Rabu (20/8).
Gejala askariasis sangat beragam. Bila jumlah larva sedikit, anak bisa tidak menunjukkan gejala.
Namun jika banyak, muncul gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, diare, hingga berat badan sulit naik yang dapat berujung gizi buruk.
Pada kasus tertentu, anak juga mengalami batuk, sesak napas, perut buncit, bahkan cacing dapat keluar melalui kotoran, muntah, hidung, atau mulut.
“Jika jumlahnya terlalu banyak, bisa terjadi sumbatan usus,” tambahnya.
Untuk pencegahan, masyarakat diminta menjaga kebersihan diri, makanan, minuman, lingkungan, serta mengikuti program pemberian obat cacing massal.
• Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari kamar kecil.
• Potong kuku anak secara rutin.
• Pastikan makanan dan minuman dalam kondisi bersih dan matang, termasuk mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.
• Gunakan jamban dan jangan buang air besar sembarangan.
• Jaga kebersihan mainan anak, terutama yang sering bersentuhan dengan tanah.
“Kami imbau masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan dan mengikuti program obat cacing massal agar anak-anak terhindar dari ancaman askariasis,” pungkas Dr. Fusia.




