BOGOR.POJOKSATU.id - Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Bogor menunjukkan hasil yang cukup positif.
Selama masa pengamanan Lebaran tahun ini, angka kriminalitas tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyampaikan bahwa strategi pengamanan yang diterapkan berjalan lebih efektif, sehingga mampu menekan angka kejahatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
“Jumlah kasus tindak pidana menurun 13 persen, dari 90 kejadian pada 2025 menjadi 78 kasus di 2026,” ujar AKBP Wikha.
Penurunan tersebut tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga terlihat pada jenis kejahatan konvensional. Jika pada 2025 tercatat 87 kasus, maka di tahun ini angkanya turun menjadi 71 kasus.
Lebih lanjut, Wikha menjelaskan bahwa salah satu penurunan paling mencolok terjadi pada kasus pencurian dengan pemberatan, yang mengalami penurunan hampir setengahnya.
“Penurunan paling menonjol terjadi pada kasus pencurian dengan pemberatan, dari 16 kasus menjadi 9 kasus,” jelasnya.
Selain itu, tren penurunan juga terjadi pada kejahatan kategori C3, yang meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau curas, dan curanmor.
Capaian ini menjadi indikator bahwa upaya pengamanan yang dilakukan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 mampu menciptakan situasi yang lebih kondusif di wilayah Kabupaten Bogor, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.
Polres Bogor pun memastikan akan terus memperkuat pengawasan dan patroli rutin guna menjaga stabilitas keamanan pasca libur Lebaran, sekaligus mempertahankan tren positif penurunan angka kriminalitas. ***



