BOGOR.POJOKSATU.id - Aktivitas truk tambang yang semakin padat di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mulai menimbulkan keresahan serius di kalangan warga.

Setiap hari, ratusan truk bermuatan berat melintas di jalan-jalan utama desa, menyisakan kepulan debu super pekat alias tebal yang tidak hanya mengotori lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Debu yang beterbangan saat truk melaju, terutama di jalan yang belum beraspal atau mengalami kerusakan, membuat udara di wilayah tersebut terasa sesak dan pengap.

Banyak warga mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasan, seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi mata. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terkena dampaknya.

Selain debu, kondisi jalan di Parung Panjang pun semakin memprihatinkan. Jalan yang dilalui truk-truk bertonase besar kini banyak yang berlubang, retak, dan tergenang saat hujan turun.

Tak sedikit pengendara sepeda motor yang tergelincir akibat jalan rusak atau tertutup lumpur.

Warga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan tambang terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.

Mereka mendesak agar segera dilakukan penyiraman rutin di jalan-jalan rawan debu, perbaikan infrastruktur jalan, dan pembatasan jam operasional truk tambang.

Isu ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Parung Panjang. Sudah bertahun-tahun mereka bergulat dengan permasalahan serupa tanpa solusi yang benar-benar tuntas.

Kini, suara-suara keluhan mereka semakin nyaring, menuntut keadilan atas hak mereka untuk hidup di lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri menyatakan tengah melakukan evaluasi terkait aktivitas angkutan tambang di kawasan tersebut.

Namun warga menilai, langkah konkret perlu segera diwujudkan agar dampak buruk yang dirasakan tidak terus berlarut.

Dengan tingginya risiko kesehatan dan kerusakan infrastruktur yang terjadi, kondisi di Parung Panjang menjadi alarm keras bagi pemerintah dan pihak terkait agar bertindak cepat dan tegas.

Sebab jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi juga kualitas hidup masyarakat yang terus memburuk. ***