BOGOR.POJOKSATU.id – Sebanyak 14 desa di wilayah Kabupaten Bogor dipastikan akan terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong yang akan melewati kawasan Parung dan sekitarnya.
Proyek strategis ini dirancang untuk menghubungkan Simpang Salabenda di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, dengan wilayah Kota Tangerang Selatan, dan akan menjadi salah satu jalur vital penghubung antardaerah di kawasan penyangga ibu kota.
Rencana pembangunan tol tersebut akan membentang melintasi tiga kecamatan di Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Kemang, Ciseeng, dan Rumpin. Setiap kecamatan memiliki sejumlah desa yang akan dilalui oleh trase jalan tol.
Berikut desa-desa yang tercakup dalam jalur tol di masing-masing kecamatan:
- Kecamatan Rumpin: Desa Kampung Sawah, Rumpin, Sukasari, Tamansari, Mekarsari, Cipinang, dan Kertajaya.
- Kecamatan Ciseeng: Desa Cibeuteung Udik, Putat Nutug, dan Cibeuteung Muara.
- Kecamatan Kemang: Desa Kemang, Pondok Udik, Pabuaran, dan Tegal.
Proyek Jalan Tol Bogor–Serpong ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur nasional dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp8,95 triliun.
Pemerintah menargetkan bahwa pekerjaan konstruksi fisik akan dimulai pada bulan Desember 2025, setelah seluruh proses administratif dan teknis rampung.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa saat ini tahapan pembebasan lahan telah memasuki fase akhir. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan penting sebelum pelaksanaan pembangunan fisik dimulai.
Pembebasan lahan menjadi aspek krusial dalam proyek ini karena menyangkut pemukiman dan lahan pertanian warga yang terdampak langsung oleh proyek infrastruktur tersebut.
Kehadiran Tol Bogor–Serpong diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dari Bogor ke Tangerang Selatan secara signifikan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Meski demikian, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya proses transisi yang adil dan manusiawi bagi warga terdampak, termasuk memastikan kompensasi lahan sesuai aturan dan memberikan pendampingan sosial.
Dengan proyek ini, Kabupaten Bogor semakin terhubung dalam jaringan infrastruktur besar nasional yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke depannya. ***



