POJOKBOGOR.id – Pemerintah makin serius memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan berkualitas.

Badan Gizi Nasional (BGN) kini mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan rapid test rutin, demi memastikan makanan yang disajikan ke siswa benar-benar aman dikonsumsi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan kebijakan ini adalah langkah cepat sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, setelah muncul beberapa kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah.

“(Rapid test) akan segera diterapkan di seluruh SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun yang baru. Kami juga sudah edarkan daftar vendor penyedia rapid test,” ujar Dadan usai Rapat Konsolidasi MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (13/10).

Dadan menyebut, uji coba rapid test sudah dilakukan pekan lalu di 10 SPPG terpilih.

Hasilnya, penerapan sistem pengujian cepat ini dinilai efektif mendeteksi potensi kontaminasi bahan pangan sejak awal.

“Ini bagian dari instruksi Presiden. Dalam waktu dekat, semua SPPG wajib punya rapid test. Polri pun dari awal sudah menerapkannya di dapur mereka,” jelas Dadan.

Untuk mendukung pelaksanaan, BGN sudah menyiapkan sekitar 15 vendor resmi penyedia alat rapid test.

Nantinya, setiap SPPG di seluruh Indonesia bisa bekerja sama dengan vendor tersebut agar standar keamanan pangan tetap seragam.

“Jadi vendornya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang juga hadir dalam rapat tersebut, menilai kebijakan rapid test dan sertifikasi higienitas bagi SPPG merupakan langkah penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap program MBG.

“Dengan konsolidasi ini, pelayanan dan pemanfaatan MBG bisa lebih baik lagi. Kita ingin masyarakat merasakan manfaatnya tanpa ada lagi kasus keracunan,” ucap Erwan.

Selain rapid test, kata Erwan, setiap SPPG juga diwajibkan memiliki sertifikat higienis dan sanitasi sebagai syarat mutlak beroperasi.

“Seluruh SPPG harus punya sertifikat higienis dan sanitasi. Jadi semua betul-betul terjamin, tidak ada lagi kejadian seperti kemarin,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, BGN dan pemerintah daerah berharap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi andalan pemerintahan Presiden Prabowo benar-benar membawa manfaat nyata, anak-anak sehat, sekolah aman, dan gizi terjamin tanpa rasa was-was.