POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut titik api di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor seperti bisul yang bisa 'meledak' kapan saja.

Hingga Kamis, 10 September 2026, pemadaman masih terus dilakukan yang difokuskan pada area TPAS yang dikelola Pemeerintah Kota Bogor, karena masih banyaknya titik di api.

Rudy menyebut, penanganan kebakaran di area yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bogor sudah hampir tuntas dan hanya melakukan pendinginan.

Baca Juga: Ratusan Orang Korve Padamkan Kebakaran TPAS Galuga

"Hari ini kita gotong royong bersama-sama masuk ke wilayah Kota Bogor memadamkan api. Penangannya agak berbeda karena beberapa gundukan itu masih mengeluarkan asap kemudian kita bongkar menggunakan alat berat," jelas Rudy Susmanto.

Setelah dibongkar, gundungan tanah yang mengeluarkan asap disemprot dengan air bertekanan tinggi. Harapannya titik api bisa padam sepenuhnya.

Menurut Rudy, proses pemadan akan terus berlanjut hingga Jumat, 11 September 2026 pagi. Agar pelayanan pembuangan sampah bisa kembali berjalan seperti biasa.

Baca Juga: ibis Styles Bogor Pajajaran Hadirkan Smashcation, Padukan Staycation sambil Seru-seruan Main Padel

"Titik api di Galuga ini ibarat bisul yang harus kita pecahkan satu per satu. Kalau didiamkan tidak akan mereda apinya. Maka pada saat dibongkar, asap cukup tebal, tim gabungan melakukan pendinginan dan ditutup menggunakan sampah yang ada di atas," jelas Rudy.

Rudy mengungkapkan, total luas kawasan yang terbakar mencapai 7,1 hektare. Dari awalnya 1,7 hektare kemudian meluas menjadi 5 hektare hingga akhirnya mencapai 7 hektare.

"Tapi 7,1 hektar itu kalau kita lihat secara kasat mata, apinya tidak terlihat, tapi asap terus mengepul sedikit demi sedikit. Nah, di dalam asap itu ternyata memang masih ada api. Kita bongkar satu per satu, lalu kita dinginkan bersama-sama, lalu kita tutup dengan sampah yang baru," kata Rudy.