POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung untuk memastikan soal adanya kabar ledakan maupun kebocoran gas di lokasi penambangan emas PT Antam UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Rabu 14 Januari 2025.

"Kami hanya mempertegas kembali. Kami khawatir jika terjadi sesuatu pada masyarakat, kami langsung datang untuk memastikan kebenaran kabar yang beredar di media sosial," jelas Rudy.

Rudy langsung menemui pimpinan PT Antam Pongkor untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Antam Pongkor Tegaskan tidak Ada Keboran Gas hingga Karyawan jadi Korban

"Kami pastikan tidak ada karyawan PT Antam terjebak. Mungkin tersampaikan, terdengar bahwa di Antam itu ada level 400, level 500, level 600 dan level 700. Terkadang apa yang kita dengar lalu tersampaikan ke pihak-pihak yang lain, terdengar bahwa ada korban terjebak 700 orang. Kita pastikan tidak betul," kata Rudy.

Rudy memastikan jika Pemkab Bogor siap menerima informasi, jika ada masyarakat menjadi korban paparan gas karbon.

"Kami akan memastikan terlebih dahulu, karena sumbernya ada di Antam, pada saat kita mengecek sumbernya, di sumbernya tidak ada.
Nah, tetapi apabila tadi ada beberapa informasi yang lain, maka kami akan melakukan penelusuran kembali. Kami akan menyampaikan berdasarkan apa yang kami tahu, berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan," tegas Rudy.

Baca Juga: Buy 3 Get 1! Promo Kebab Monster Ini Sayang Banget Kalau Dilewatkan

Sebelumnya, PT Antam Unit Bisnis Penambanhan Emas (UBPE) Pongkor, Tbk membantah informasi di media sosial bahwa terdapat 700 pegawainya, terjebak di area tambang.

General Manager baru PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat menjelaskan, video yang beredar di media sosial bernarasi adanya ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang.

"Kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 700 yang terdeteksi pada hari Selasa 13 Januari dini hari pukul 00.30 WIB," jelas Nilus, Rabu 14 Januari 2025. ***