POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, ingin para kepala desa memprioritaskan program pengelolaan sampah, dalam penggunaan Bantuan Keuangan (Bankeu) infrastruktur desa tahun 2026.
Saat ini, Pemkab Bogor tengan menyempurnakan enyempurnakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) penggunaan bankeu tahun 2026.
Rudy Susmanto menegaskan, pengelolaan sampah kini harus dilakukan mulai dari tingkat desa/kelurahan, mengingat daya angkut truk sampah setiap harinya, hanya separuh dari jumlah timbulan sampah per hari.
Baca Juga: Pemkot Bogor Perluas Sosialisasi Anti Pinjol dan Judol, Fokus Sasar Kelompok Rentan1
"Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Bogor mencapai 3.000 ton per hari. Sementara daya angkut 1.500 ton untuk dibuang ke TPA Galuga. Akan lebih efektif dan efisien jika sampah ini dikelola dari tingkat bawah atau tingkat desa/kelurahan," ujae Rudy, Rabu 29 April 2026.
Kata Rudy, jika hal itu dilakukan potensi pendapatan desa juga akan meningkat, di samping desa menjadi rapi, sehat dan bersih.
Selain pengelolaan sampah, bankeu infrastruktur desa juga digunakan untuk melahirkan minimal satu sarjana dari setiap desa, serta pembangunan infrastruktur jalan, maupun irigasi. ***



