POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, turut prihatin atas ambruknya atap bangunan SMAN 2 Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jumat 23 Januari 2026 dini hari.

Rudy Susmanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu.

Meski begitu, Pemkab Bogor akan melakukan audit terhadap seluruh bangunan sekolah di Kabupaten Bogor, untuk mencegah peristiwa serupa terjadi kembali.

Baca Juga: Tak Kuat Menahan Beban Angin dan Hujan Lebat, Atap SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk!

"Saat ini kewenangan SMA ada di Pemerintah Provinsi. Meski begitu dulu saat pembangungan sekitar tahun 2015 masi kewenangan Pemkab Bogor, maka kita akan audit menyeluruh," tegas Rudy Susmanto, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menerangkan, bentuk dan usia bangunan mirip dengan SMKN 1 Gunungputri yang juga ambruk atapnya beberapa waktu lalu.

"Melihat bentuk struktur bangunannya kan mirip semuanya. Masih ada beberapa sekolah yang dibangun di tahun yang sama, lalu kondisinya strukturnya hari ini seperti apa. Ini harus ditindaklanjuti," tegas Rudy.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya tiga ruang kelas terdampak dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Wilayah Perbatasan Rawan, Gunung Putri Perketat Benteng Warga Lawan Narkoba

Kerusakan paling parah terjadi pada bagian lantai atas bangunan yang runtuh, menyebabkan fasilitas belajar mengajar tidak dapat digunakan sementara waktu.

Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh siswa serta tenaga pendidik dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dan berada dalam kondisi selamat.

Pihak sekolah bersama instansi terkait kini tengah melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan bangunan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

Baca Juga: Pemkot Mulai Fokus Pembangunan Bogor Utara Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Aktivitas belajar mengajar untuk sementara dipastikan akan disesuaikan guna menjamin keselamatan seluruh warga sekolah. ***