POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut efisiensi anggaran belanja dalam APBD Kabupaten Bogor, saat ini sudah menembus angka Rp100 miliar dan akan masih terus bertambah.

Menurutnya, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini masih melakukan rasionalisasianggaran.

Rasionalisasi mengacu pada Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Baca Juga: Indosat Tangguh Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran, Jaringan Stabil di Tengah Ramainya Silaturahmi Digital

"Saat ini efisiensi diperkirakan sudah lebih dari Rp100 miliar. Targetnya bukan dalam bentuk angka, tapi menyesuaikan dengan kebutuhan untuk kegiatan-kegiatan prioritas," kata Rudy.

Dalam Inpres tersebut, salah satu yang diamanatkan adalah setiap daerah di Indonesia, memangkas kegiatan perjalan dinas hingga 50 persen.

Kemudian, membatasi belanja kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, dan seremonial/focus group discussion.

Baca Juga: Lonjakan Trafik Data Selama Libur Lebaran, XL Axiata Catat Kenaikan Hingga 21 Persen

Rudy menyebutkan, sejumlah anggaran belanja dalam APBD tahun 2025 yang telah dirasionalisasi tetap akan dibelanjakan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih prioritas. Karena, pemerintah pusat hanya menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi kegiatan yang bersifat kurang penting.

"Pusat hanya memerintahkan kita untuk melakukan efisiensi, kemudian kita berhak mengalokasikannnya kepada kegiatan yang lebih penting," kata Rudy.

Ia berencana mengalokasikan anggaran hasil efisiensi tersebut salah satunya untuk perbaikan jalan di wilayah utara Kabupaten Bogor, karna sifatnya mendesak demi meningkatkan geliat perekonomian di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemkab Bogor Terima Kegiatan Magang 14 Praja IPDN

"Hasil efisiensi kita alokasikan untuk perbaikan jalan di wilayah utara tahun ini. Bukan tahun depan," ujarnya. ***