BOGOR.POJOKSATU.id - Keberadaan joki liar atau pak ogah di jalur alternatif Puncak selama ini kerap menjadi keluhan wisatawan. Praktik tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan wisata.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Polres Bogor menerapkan pendekatan berbeda dengan merangkul warga lokal menjadi Suportas kepanjangan dari Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas.
Program ini awalnya diterapkan secara terbatas saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun kini dinilai efektif dan berpeluang diterapkan secara permanen.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, mengungkapkan bahwa para relawan Suportas tidak lagi diposisikan sebagai joki, melainkan mitra kepolisian dalam membantu pengaturan arus kendaraan di jalur wisata Puncak.
“Ke depan, Suportas ini tidak hanya bertugas saat libur panjang, tapi direncanakan bekerja secara rutin, khususnya setiap akhir pekan,” jelasnya.
Menurut Ardian, Polres Bogor melakukan pendekatan personal kepada para pemuda setempat yang sebelumnya kerap beraktivitas sebagai joki jalanan.
Pendekatan ini dilakukan untuk mengubah peran mereka dari aktivitas yang berpotensi melanggar aturan menjadi kontribusi positif bagi masyarakat dan wisatawan.
“Kami mengajak mereka berdialog, diberi pemahaman, dan diarahkan agar bisa membantu pengendara dengan cara yang benar dan aman,” ujarnya.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mengikis stigma negatif terhadap joki liar sekaligus menciptakan sistem pengaturan lalu lintas berbasis partisipasi masyarakat.
Kehadiran Suportas diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi wisatawan yang melintasi Puncak Bogor, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Polres Bogor menilai kolaborasi ini menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan wisata tanpa mengesampingkan peran masyarakat lokal. ***



