BOGOR.POJOKSATU.id - Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret oknum guru Bimbingan Konseling atau BK di SMAN 4 Cibinong, Kabupaten Bogor, terus menjadi perhatian publik.
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa korban tidak hanya satu orang.
Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah siswi diduga pernah mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum guru BK SMAN 4 Cibinong, Kabupaten Bogor tersebut.
Dugaan itu mencuat setelah salah satu korban memberanikan diri untuk bersuara. Dari pengakuan tersebut, muncul informasi lain yang menyebut adanya siswi lain yang diduga mengalami kejadian serupa.
Peristiwa ini diduga terjadi dengan modus sesi bimbingan konseling di lingkungan sekolah.
Ruang yang seharusnya menjadi tempat siswa mendapatkan pendampingan dan rasa aman justru diduga disalahgunakan untuk tindakan yang membuat korban merasa tertekan.
Kasus tersebut menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terutama karena terjadi di lingkungan pendidikan.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan menyampaikan masalah yang mereka hadapi.
Hingga kini, publik masih menunggu keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai jumlah korban serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Masyarakat berharap kasus ini dapat ditelusuri secara menyeluruh, transparan, dan berpihak pada perlindungan korban.
Selain proses klarifikasi dan penegakan aturan, para korban juga dinilai perlu mendapatkan pendampingan psikologis agar dapat pulih dari trauma yang dialami.
Dugaan adanya lebih dari satu korban membuat penanganan kasus ini dinilai harus dilakukan secara serius.
Pihak sekolah, dinas pendidikan, dan aparat berwenang diharapkan segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan. ***


