BOGOR.POJOKSATU.id - Danantara melalui unit usahanya, Danantara Investment Management (DIM), tengah menyiapkan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di empat daerah, yakni Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi.
Keempat wilayah tersebut dinyatakan siap memasuki tahap konstruksi setelah menuntaskan proses kesiapan daerah yang berlangsung sejak Oktober hingga November 2025.
Hal ini disampaikan Direktur Investasi DIM, Fadli Rahman, dalam ajang SAT 2026.
Fadli menjelaskan, proyek PSEL dirancang dengan pendekatan kolaborasi lintas pemerintah daerah agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara terintegrasi.
Di wilayah Bogor, proyek ini melibatkan kerja sama antara pemerintah kota dan kabupaten. Sementara di Yogyakarta, pengembangan dilakukan bersama Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul.
Adapun di Denpasar, kolaborasi dijalankan dengan sejumlah kabupaten di sekitarnya.
Menurutnya, skema lintas daerah tersebut menjadi kunci untuk memastikan pasokan sampah yang berkelanjutan sekaligus efisiensi operasional pembangkit.
Selain menghasilkan energi listrik, proyek PSEL juga diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah dan tekanan lingkungan di kawasan perkotaan.
“Pendekatan ini tidak hanya fokus pada produksi listrik, tetapi juga pada pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui proyek PSEL, Danantara menargetkan terciptanya nilai tambah dari pengolahan sampah, pengurangan volume residu ke tempat pembuangan akhir, serta kontribusi terhadap bauran energi bersih nasional.



